| dc.description.abstract | Sapi bali merupakan salah satu sapi lokal Indonesia yang memiliki nilai ekonomis tinggi, terutama pejantan yang banyak digunakan sebagai hewan kurban. Penentuan bobot hidup sangat penting dalam menilai kelayakan jual, namun keterbatasan akses timbangan menjadi kendala bagi peternak rakyat. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model prediksi bobot hidup berdasarkan ukuran tubuh sebagai solusi praktis. Sapi bali jantan sebanyak 55 ekor berumur 24–36 bulan diukur morfometriknya meliputi tinggi pundak, panjang badan, lingkar dada, dalam dada, lebar dada, tinggi hips, dan lebar hips. Hasil analisis menunjukkan lingkar dada memiliki korelasi tertinggi dengan bobot badan (r= 0,83). Model regresi terbaik dengan tujuh peubah menghasilkan akurasi tertinggi (R²= 78,40%), namun model satu peubah (lingkar dada) juga cukup akurat (R²= 69,44%) dan praktis digunakan di lapangan. Model ini dapat digunakan oleh peternak maupun pembeli untuk memperkirakan bobot hidup sapi tanpa alat timbang. | |