Show simple item record

dc.contributor.advisorAfnan, Rudi
dc.contributor.advisorDarwati, Sri
dc.contributor.authorDhamayanti, Renata
dc.date.accessioned2025-04-27T23:58:28Z
dc.date.available2025-04-27T23:58:28Z
dc.date.issued2025
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/161576
dc.description.abstractPuyuh (Coturnix coturnix japonica) merupakan salah satu komoditas unggas yang semakin populer di Indonesia. Penelitian ini menggunakan puyuh jantan umur 12 minggu diberikan ekstrak daun bandotan (Ageratum Conyzoides L) sebagai antioksidan. Sebanyak 80 ekor puyuh jantan diamati mulai umur 6 minggu sampai dengan 12 minggu. Ekstrak daun bandotan diberikan melalui air minum dengan tiga taraf dosis yaitu 1,5%, 3%, dan 4,5% sebanyak 50 mL ekor-1 hari-1 . Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan analisis uji banding berganda Tukey. Peubah yang diamati pada penelitian ini meliputi bobot potong, persentase karkas, persentase komponen karkas, persentase edible dan non edible, persentase non karkas, persentase komponen non karkasHasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak daun bandotan tidak berpengaruh nyata terhadap bobot potong, persentase sayap, persentase bobot edible dan non edible, serta persentase non karkas akan tetapi persentase karkas dan potongan komersial (dada, paha, punggung) menunjukan perbedaan yang nyata. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak bandotan pada air minum puyuh dapat meningkatkan persentase karkas
dc.description.abstractQuail (Coturnix coturnix japonica) is one of the more popular poultry commodities in Indonesia. This study used male quails aged 12 weeks given bandotan leaf extract (Ageratum Conyzoides L) as an antioxidant. A total of 80 male quails were observed from 6 weeks to 12 weeks of age. Bandotan leaf extract was given through drinking water with three dose levels: 1.5%, 3%, and 4.5% at 50 mL tail-1 day-1 . This study used a completely randomized design (CRD) with Tukey's multiple comparison test analysis. The variables observed in this study included slaughter weight, carcass percentage, carcass component percentage, edible and non edible percentage, non carcass percentage, non carcass component percentage. The results showed that the addition of bandotan leaf extract did not significantly affect the slaughter weight, wing percentage, edible and non edible weight percentage, and non carcass percentage but the carcass percentage and commercial cuts (breast, thigh, back) showed significant differences. This indicates that the addition of bandotan extract to quail drinking water can increase the carcass percentage
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePerforma Karkas dan Non Karkas Puyuh Jantan Umur 12 Minggu yang Diberi Ekstrak Daun Bandotanid
dc.title.alternativeCarcass and Non Carcass Performance of Males Quails Aged 12 Weeks Given Bandotan Leaves Extract
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordkarkasid
dc.subject.keywordpuyuhid
dc.subject.keywordcarcassid
dc.subject.keywordquailid
dc.subject.keywordbandotanid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record