Show simple item record

dc.contributor.advisorKrisnatuti, Diah
dc.contributor.authorNovelania, Tania
dc.date.accessioned2024-10-04T08:55:10Z
dc.date.available2024-10-04T08:55:10Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/158994
dc.description.abstractPernikahan yang tidak disertai dengan kesiapan menikah dan pola komunikasi yang baik akan memengaruhi kualitas perkawinan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh kesiapan menikah dan pola komunikasi terhadap kualitas perkawinan. Responden penelitian ini adalah istri yang menikah pada usia anak (<19 tahun) dan usia ideal (=19 tahun) dengan usia pernikahan =2 tahun di Kecamatan Leuwiliang. Jumlah istri sebanyak 68 orang yang dipilih secara snowball rolling. Rata-rata usia menikah istri menikah usia anak yaitu 17,24 tahun dan 22,03 tahun untuk istri menikah usia ideal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istri yang menikah pada usia ideal memiliki kesiapan menikah yang lebih tinggi dibandingkan istri menikah usia anak. Pola komunikasi istri kedua kelompok berada pada kategori sedang. Sementara itu, kualitas perkawinan menunjukkan bahwa kedua kelompok berada pada kategori tinggi. Kesiapan menikah berhubungan positif signifikan dengan kualitas perkawinan, yang artinya semakin baik kesiapan menikah semakin baik kualitas perkawinan. Penelitian ini juga menemukan bahwa pendapatan dan kesiapan menikah berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas perkawinan, sedangkan usia menikah istri berpengaruh secara negatif signifikan terhadap kualitas perkawinan. Semakin tinggi pendapatan dan kesiapan menikah dan semakin rendah usia menikah istri akan meningkatkan kualitas perkawinan.
dc.description.abstractMarriage that is not accompanied by marriage readiness and good communication patterns will affect marital quality. The purpose of this study is to analyze the effect of marriage readiness and communication patterns on marital quality. Respondents of this study were wives who married at child age (<19 years) and ideal age (=19 years) with =2 years of marriage in Leuwiliang District. The number of respondents was 68 wives selected by snowball rolling. The average age of marriage for wives married at child age was 17.24 years and 22.03 years for wives married at ideal age. The results showed that wives who married at the ideal age had a higher readiness to marry than wives married at child age. The communication patterns of the wives of both groups were in the moderate category. Meanwhile, marital quality showed that both groups were in the high category. Marriage readiness is significantly positively related to marital quality, which means that the better the marriage readiness, the better the marital quality. This study also found that income and marriage readiness have a significant positive effect on marital quality, while wife's age at marriage has a significant negative effect on marital quality. The higher the income and readiness to marry and the lower the wife's age at marriage will improve marital quality
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKesiapan Menikah, Pola Komunikasi, dan Kualitas Perkawinan pada Pasangan Usia Anak dan Usia Idealid
dc.title.alternativeMarriage Readiness, Communication Patterns, Marital Quality in Child-Age and Ideal-Age Married Couples
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordkualitas perkawinanid
dc.subject.keywordpernikahan anakid
dc.subject.keywordKesiapan Menikahid
dc.subject.keywordPola Komunikasiid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record