Show simple item record

dc.contributor.advisorSunarti, Euis
dc.contributor.authorSabila, Sitti Nazwa Idznia
dc.date.accessioned2024-10-01T06:15:32Z
dc.date.available2024-10-01T06:15:32Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/158950
dc.description.abstractKonflik kerja keluarga tidak dapat dihindari oleh ibu dengan peran ganda. Dibutuhkan strategi efektif untuk menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga agar dapat mencapai kesejahteraan keluarga yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh konflik kerja keluarga, strategi penyeimbangan kerja keluarga, dan manajemen waktu terhadap kesejahteraan subjektif. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Penelitian dilakukan di Kecamatan Bogor Barat dengan melibatkan 120 istri dari keluarga dual earner dengan anak usia sekolah yang dipilih secara simple random sampling. Analisis penelitian menggunakan SPSS dan SmartPLS. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif signifikan antara usia suami, pendidikan istri-suami, pendapatan total keluarga, dan strategi penyeimbangan kerja keluarga dengan kesejahteraan subjektif. Penelitian ini menemukan bahwa konflik kerja keluarga yang tinggi akan menurunkan kesejahteraan subjektif keluarga, sedangkan semakin beragam strategi yang dilakukan akan meningkatkan kesejahteraan subjektif. Usia suami juga ditemukan berpengaruh pada peningkatan kesejahteraan. Manajemen waktu berpengaruh langsung terhadap strategi penyeimbangan kerja keluarga, namun tidak berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan subjektif.
dc.description.abstractWork-family conflict is inevitable for mothers with dual roles. It takes an effective strategy to balance work and family in order to achieve the desired family well-being. This study aims to analyze the influence of family work conflict, family work balancing strategies, and time management on subjective well-being. The approach used in this research is quantitative with a cross sectional design. The research was conducted in West Bogor Sub-district involving 120 wives from dual earner families with schoolage children selected by simple random sampling. The research analysis used SPSS and SmartPLS. The correlation test results showed that there was a significant positive relationship between husband's age, wives' education, total family income, and family work balancing strategies with subjective well-being. This study found that high family work conflict will reduce the subjective well-being of the family, while the more diverse strategies used will increase subjective well-being. The husband's age was also found to have an effect on improving well-being. Time management has a direct influence on family work balancing strategies, but no direct influence to family subjective wellbeing.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleManajemen Waktu, Konflik Kerja Keluarga, Strategi Penyeimbangan Kerja Keluarga, dan Kesejahteraan Subjektif pada Keluarga Dual Earnerid
dc.title.alternativeTime Management, Work Family Conflict, Work Family Balance Strategies, and Subjective Well-being in Dual Earner Families
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordKesejahteraan Subjektifid
dc.subject.keywordKonflik kerja-keluargaid
dc.subject.keywordkeluarga dual earnerid
dc.subject.keywordstrategi penyeimbangan kerja keluargaid
dc.subject.keywordpengelolaan waktuid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record