| dc.description.abstract | Emisi dunia terus meningkat dan batu bara merupakan bahan bakar dengan kontribusi terbesar. Batu bara sebagai sumber energi primer pembangkit listrik Indonesia diprediksi akan habis dalam waktu 65 tahun. Co-firing, subtitusi batu bara dengan biomassa pada proses pembakaran dapat mengurangi penggunaan batu bara dan tingkat emisi. Pelaksanaan co-firing belum berkembang sepenuhnya dan
membutuhkan pengaturan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status keberlanjutan dan faktor pengungkit keberlanjutan bisnis penyediaan bahan baku biomassa co-firing khususnya untuk PLTU Teluk Sirih oleh Koperasi XYZ. Analisis data dilakukan dengan metode multiaspect sustainability analysis (MSA) pada aspek ekonomi, lingkungan, sosial, serta hukum dan kelembagaan
menggunakan data primer dan sekunder. Responden ditentukan dengan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini menunjukkan status keberlanjutan cofiring pada aspek ekonomi, lingkungan, serta hukum dan kelembagaan tergolong kurang berkelanjutan, sedangkan aspek sosial tergolong berkelanjutan. Secara agregat, indeks keberlanjutan adalah 52,2 yang tergolong berkelanjutan. Faktor pengungkit setiap aspek ditentukan dari faktor dengan nilai sensitivitas tertinggi. | |