Show simple item record

dc.contributor.advisorLatifah, Melly
dc.contributor.authorAfifah, Qonita Nurul
dc.date.accessioned2024-09-30T13:15:45Z
dc.date.available2024-09-30T13:15:45Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/158937
dc.description.abstractKeluarga, terutama orang tua merupakan lingkungan terdekat anak dan memiliki peran pengasuhan terkait perkembangan sosial-emosional seorang anak. Penelitian ini secara umum bertujuan menganalisis pengaruh karakteristik anak, karakteristik keluarga, sensitivitas keibuan, dan keterlibatan ayah terhadap risiko perkembangan sosial-emosional anak prasekolah di wilayah perdesaan. Penelitian ini menggunakan desain eksplanatori dengan melibatkan 128 keluarga yang memiliki anak usia prasekolah di Kabupaten Sragen. Hasil menunjukkan bahwa anak laki-laki cenderung mendapatkan sensitivitas keibuan dan keterlibatan ayah yang lebih tinggi, serta cenderung memiliki risiko perkembangan sosial-emosional lebih tinggi dibandingkan anak perempuan. Selain itu, semakin tinggi pendidikan ayah dan ibu akan meningkatkan keterlibatan ayah dan sensitivitas keibuan. Hasil uji regresi juga menunjukkan bahwa peningkatan risiko perkembangan sosial emosional dipengaruhi oleh pendidikan orang tua yang rendah dan sensitivitas keibuan yang rendah.
dc.description.abstractThe family, especially parents, is the child's closest environment and plays a caregiving role related to the child's social-emotional development. This study generally aims to analyze the influence of child characteristics, family characteristics, maternal sensitivity, and father’s involvement on the risk of social emotional development issues in preschool children in rural areas. This research employs an explanatory design involving 128 families with preschool-aged children in the Sragen Regency. The results indicate that boys tend to receive higher levels of maternal sensitivity and greater father involvement, and they are also more likely to be at higher risk for social-emotional development issues compared to girls. Additionally, higher parental education, particularly that of the father and mother, increases father involvement and maternal sensitivity. Regression tests further indicate that the increased risk of social-emotional development issues is influenced by lower parental education and lower maternal sensitivity.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Sensitivitas Keibuan dan Keterlibatan Ayah dalam Menurunkan Risiko Perkembangan Sosial-Emosional Anak Prasekolah di Perdesaanid
dc.title.alternativeAnalysis of Maternal Sensitivity and Father’s Involvement in Reducing the Risk of Social-Emotional Development of Preschool Children in Rural Area
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordanak prasekolahid
dc.subject.keywordketerlibatan ayahid
dc.subject.keywordperdesaanid
dc.subject.keywordrisiko perkembangan sosial-emosionalid
dc.subject.keywordsensitivitas keibuanid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record