| dc.description.abstract | Pengelolaan keuangan yang baik dapat diukur dari tingkat literasi keuangan dan inklusi keuangan. Menurut Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan oleh OJK pada tahun 2022, indeks literasi dan inklusi keuangan di Indonesia sebesar 49,68% dan 85,10%, cukup rendah dibandingkan dengan negara lain dan angka ini belum memenuhi target pemerintah. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis tingkat literasi, inklusi, dan pengelolaan keuangan masyarakat Kota Bogor, serta pengaruh literasi dan inklusi terhadap pengelolaan keuangan masyarakat. Penelitian dilakukan di Kota Bogor pada Maret - Juli 2024 dengan total 300 sampel menggunakan metode quota sampling. Alat analisis yang digunakan adalah analisis statistika deskriptif dan analisis Structural Equation Modeling (SEM) PLS. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 54,67% tergolong well literate, dengan tingkat inklusi keuangan sebesar 58,70%, dan 50,67% dari responden sudah mengelola keuangan dengan sangat baik. Terdapat pengaruh positif dan signifikan antara literasi keuangan terhadap pengelolaan keuangan dan inklusi keuangan terhadap pengelolaan keuangan. | |