Show simple item record

dc.contributor.authorSuparwanti, Wulan
dc.date.accessioned2010-05-07T09:52:35Z
dc.date.available2010-05-07T09:52:35Z
dc.date.issued2009
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/15493
dc.description.abstractManggis adalah buah tropis Indonesia yang memiliki prospek baik untuk dikembangkan. Pemerintah Kabupaten Bogor mengembangkan konsep agropolitan dengan komoditas utama manggis untuk memenuhi permintaan di dalam dan luar negeri. Kebijakan ini berdampak pada usaha manggis Kelompok Tani Karya Mekar yang menjalankan bisnisnya dalam on farm dan off farm manggis. Oleh karena itu, kelompok tani memerlukan strategi yang tepat menggunakan pendekatan Participatory Action Reserch (PAR). Tujuan penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi kondisi lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhi usaha manggis pada Kelompok Tani Karya Mekar, (2) merumuskan strategi alternatif pengembangan usaha manggis pada Kelompok Tani Karya Mekar, dan (3) menentukan strategi yang paling tepat dalam mengembangkan usaha manggis untuk digunakan oleh Kelompok Tani Karya Mekar. Penelitian dilakukan pada Kelompok Tani Karya Mekar melalui purposive sampling dengan menggunakan data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari observasi, wawancara mendalam, Focus Group Discussion, dan kuesioner kepada enam orang responden. Sedangkan data sekunder, diperoleh dari studi kepustakaan dan internet yang mendukung penelitian. Data dianalisis menggunakan matriks Internal Factor Evaluation (IFE), matriks External Factor Evaluation (EFE), matriks Strenghts, Weaknesses, Opportunities, and Threats (SWOT), dan Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM) dengan menggunakan software microsoft excel. Berdasarkan hasil matriks IFE, kelompok tani memiliki posisi internal yang lemah dengan nilai 2.4530. Kekuatan utamanya berupa adanya kerjasama pemasaran dengan perusahaan mitra dan pedagang pengumpul serta luas areal tanam yang luas dengan nilai 0,2788, sedangkan kelemahan utama berupa produktivitas manggis belum maksimal dengan nilai 0.0697. Sedangkan hasil matriks EFE, kelompok tani sudah cukup memanfaatkan peluang yang ada dan menghindari ancaman terhadap usahanya dengan nilai 3.1253. Peluang utamanya berupa kondisi sumberdaya alam Desa Karacak yang cocok untuk budidaya manggis dengan nilai 0.3358 dan ancaman utama berupa kekuatan tawar menawar petani masih rendah dengan nilai 0.2810. Hasil matriks SWOT memperoleh lima strategi alternatif dalam empat kelompok strategi utama SO, WO, ST, dan WT. Hasil QSPM diperoleh prioritas strategi yaitu peningkatan hasil produksi buah manggis segar dan hasil olahannya dengan nilai 7.0273. Langkah yang dapat dilakukan adalah perbaikan penanganan budidaya, panen, dan pasca panen petani, perlu pengkajian peremajaan tanaman dengan bibit unggul vegetatif, peningkatan sarana dan prasarana, penambahan anggota, dan diversifikasi produk olahan manggis.id
dc.publisherIPB (Bogor Agricultural University)
dc.titleAnalisis Strategi Pengembangan Usaha Manggis melalui Pendekatan Participatory Action Researchid
dc.title.alternativeStudi Kasus Kelompok Tani Karya Mekar di Kawasan Agropolitan, Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogorid
dc.typeThesisid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record