Show simple item record

dc.contributor.advisorAminah, Mimin
dc.contributor.authorNOVITASARI, AYU
dc.date.accessioned2024-07-19T06:43:19Z
dc.date.available2024-07-19T06:43:19Z
dc.date.issued2024
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/154302
dc.description.abstractPenggunaan pupuk anorganik terus meningkat setiap tahunnya, sementara penggunaan pupuk organik masih rendah hanya berkisar 5% dari total penggunaan pupuk di Indonesia. Salah satu produsen pupuk organik di Indonesia dengan produk Jamu Sehat Tanaman adalah Koperasi Lumbung Bumi Sejahtera. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui status keberlanjutan dan indeks kinerja bisnis Jamu Sehat Tanaman serta faktor-faktor pengungkitnya ditinjau dari aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Data penelitian diperoleh secara bertahap. Tahap pertama adalah mengumpulkan informasi terkait aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan serta faktor pendorong keberlanjutan bisnis Jamu Sehat Tanaman dengan melakukan Focus Group Discussion (FGD). Tahap kedua yaitu wawancara ahli mengenai kondisi dan faktor pendorongnya. Multiaspect Sustainability Analysis (MSA) diterapkan untuk menganalisis status keberlanjutan dan faktor-faktornya. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa status keberlanjutan bisnis ekonomi sirkular Jamu Sehat Tanaman di Koperasi Lumbung Bumi Sejahtera adalah berkelanjutan dengan indeks sebesar 56,29%.
dc.description.sponsorship
dc.language.isoid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleAnalisis Keberlanjutan Bisnis Ekonomi Sirkular Jamu Sehat Tanaman (JST) di Koperasi Lumbung Bumi Sejahteraid
dc.title.alternativeSustainability Analysis of Circular Economy Business of Jamu Sehat Tanaman (JST) at Lumbung Bumi Sejahtera Cooperative
dc.typeSkripsi
dc.subject.keywordCooperativesid
dc.subject.keywordbusiness sustainabilityid
dc.subject.keywordekonomi sirkularid
dc.subject.keywordcircular economyid
dc.subject.keywordOrganic fertilizerid


Files in this item

Thumbnail
Thumbnail
Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record