View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pemantauan Aktivitas Protease papain Selam Penyimpanan

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (14.81Mb)
      Date
      1989
      Author
      Martalena
      Suhartono, Maggy T.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Penelitian ini bertujuan untuk memantau aktivitas protease dari papain kasar dan papain murni yang disimpan dengan penambahan senyawa pengawet/penstabil. Senyawa pengawet/penstabil yang digunakan adalah natrium bisulfit, sistein, buffer fosfat pH 7.0 berkonsentrasi 0.01 Μ. Getah pepaya yang disadap dari buah pepaya semakin berkurang jumlahnya dengan bertambahnya waktu penyadapan, semakin tua semakin rendah getah yang dihasilkannya. Getah yang dihasilkan pada penyadapan pertama 184 gr dan pada penyadapan keempat hanya 49 gram (pada 40 buah pepaya yang disadap). Getah pepaya dikeringkan dalam kabinet drier suhu 60 °C selama 6 jam. Getah kering ini disebut papain kasar, yang aktivitasnya beragam mulai dari 7.14 U/g sampai dengan 28.57 U/g bergantung kepada daerah dan waktu penyadapan. Aktivitas tertinggi (28.57 U/g) diperoleh dari daerah Bantar Kambing pada penyadapan ke-2. Sebagian papain kasar dimurnikan dengan menggunakan amonium sulfat padat pada tingkat kejenuhan 62.5 persen. Papain murni yang diperoleh sebagian dikeringkan dalam oven vakum suhu 45°C selama 4 jam. Papain murni ini menunjukkan aktivitas 32.96 U/g (Bantar Kambing-1) dan 56.54 U/g (Bantar Kambing-2). Pemurnian papain melalui protein dengan tahap-tahap pengendapan amonium sulfat menghasilkan kelipatan kemurnian 1.31 dan 1.29 (untuk papain murni) dan 1.46 (untuk papain murni kering). Papain kasar yang diambil dari Cibinong lebih baik disimpan dalam Na-bisulfit karena aktivitas proteasenya mencapai 62.48 U/g, sedangkan papain kasar yang diambil dari Bantar Kambing lebih baik disimpan dalam buffer fosfat dan sistein dengan aktivitas protease masing- masing 54.83 U/g dan 71.29 U/g. Ketiga papain kasar dapat disimpan dalam Na-bisulfit, buffer fosfat dan sistein karena aktivitas proteasenya berada dalam kisaran 20 70 U/g. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/151605
      Collections
      • UT - Agroindustrial Technology [4355]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository