| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh
jumlah alkali aktif terhadap rendemen dan sifat pulp sulfat
yang dikelantang dan yang tidak dikelantang dari kayu-kayu
Dadap (Erytrina classifolia), Wuni (Antidesma bunius SPRENG),
Kembang (Michelia velutina Bl.), Gamal (Gliricidia maculata
H.B.K.) dan kayu Kopi (Coffea robusta). Kelima jenis kayu
tersebut merupakan kayu tanaman rakyat yang diperoleh da-
ri daerah Jember, Jawa Timur.
Tiap jenis kayu tersebut dimasak secara individu de- ngan proses sulfat. Kondisi pemasakan yang digunakan adalah : (1) perbandingan larutan pemasak dengan kayu sebesar 4:1, (2) sulfiditas larutan pemasak sebesar 25 persen, (3) su- hu pemasakan maksimum 170 °C, (4) lama pemasakan pada suhu maksimum 2 jam dan total 4 jam dan (5) jumlah alkali aktif sebesar 14, 16 dan 18 persen dinyatakan sebagai natrium- oksida. Pulp hasil pemasakan sebagian dikelantang dengan tiga tahap pengelantangan, yaitu khlorinasi, ekstraksi dan hipokhlorit. Pulp digiling terlebih dahulu sehingga mencapai derajat kehalusan antara 40-45 °SR sebelum dibuat lembaran. ... | id |