| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan untuk menguji efektivitas hormon tiroksin dan hormon pertumbuhan rekombinan serta gabungan dari kedua hormon tersebut yang diaplikasikan pada ikan baung berumur 0 hari (baru menetas) melalui perendaman. Larva ikan baung mendapat perlakuan berupa perendaman hormon yakni tiroksin 0,1 mg/L (T), hormon pertumbuhan rekombinan ikan kerapu kertang (rELGH) 5 mg/L (G), kombinasi hormon tiroksin 0,1 mg/L dan rELGH 5 mg/L (GT), dan kontrol (K). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali. Ikan uji terlebih dahulu diberi kejutan salinitas (NaCl 2,5%) selama 2 menit sebelum dilakukan proses perendaman untuk memudahkan masuknya hormon ke dalam tubuh ikan. Kemudian ikan direndam selama 1 jam di dalam larutan hormon dengan kadar salinitas (NaCl 0,5%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman hormon tiroksin dapat meningkatkan laju penyerapan kuning telur dan pertumbuhan sebesar 21,17% dibandingkan kontrol dan memberikan nilai tingkat kelangsungan hidup larva ikan baung sebesar 82,22%. Perendaman hormon tiroksin memberikan hasil yang paling efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan nilai tingkat kelangsungan hidup larva yang baik serta membutuhkan biaya yang lebih murah dibandingkan dengan perlakuan lainnya. | id |