View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Aplikasi pelapis ekstrak kulit manggis pada buah salak pondoh ( Salacca eduli Reinw.)

      Thumbnail
      View/Open
      Full text (3.560Mb)
      Date
      2012
      Author
      Meizar, Dora Vitra
      Sugiarto
      Yuliasih, Indah
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Salak merupakan salah satu buah nusantara yang memiliki rasa enak dibandingkan dengan salak yang tumbuh di negara lain. Salak pondoh Banjarnegara kini menjadi salah satu produk unggulan salak di nusantara baik dari segi kuantitas dan kualitas. Salak pondoh pada suhu ruang hanya bertahan 5-7 hari sehingga menjadi kendala dalam penjualannya yang membutuhkan waktu lebih lama. Umur simpan yang singkat ini disebabkan oleh kerusakan yang terjadi baik secara fisiologis dan mikrobiologis. Jenis kerusakan yang disebabkannya seperti berjamur, daging buah menjadi lunak, berair, kisut/kering dan bahkan berbau busuk. Pelapisan menggunakan bahan alami merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk memperpanjang produk-produk holtikultura serta sebagai barrier yang dapat menghalangi terjadinya perpindahan uap air, oksigen maupun karbondioksida. Keuntungan penggunaan pelapis dari bahan alami adalah sifatnya yang aman untuk digunakan terhadap produk pangan. Salah satu jenis bahan alami yang dapat digunakan adalah kulit manggis, kulit manggis mengandung zat aktif antosianin, tanin, xanthone dan senyawa asam fenolat. Senyawa tersebut merupakan senyawa antioksidan yang dapat mengikat oksigen sehingga tidak mempengaruhi produk Senyawa antioksidan ini berfungsi sebagai anti mikrobial yang diharapkan dapat memper lambat terjadinya kerusakan pada salak pondoh. Pada penelitian ini selain penggunaan pelapis, penyimpanan buah salak dimodifikasi menggunakan kemasan serta penyimpanan pada suhu rendah dengan tujuan untuk mendapatkan umur simpan yang maksimal selama penyimpanan. Kemasan diharapkan dapat menjadi barrier terhadap oksigen dan penggunaan suhu rendah juga diharapkan dapat memperlambat terjadinya kerusakan buah salak pondoh Banjarnegara selama penyimpanan Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan formula pelapis ekstrak kulit manggis dan karakteristiknya, mengetahui pengaruh perbandingan pelarut ekstrak kulit manggis, jenis dan kondisi kemasan serta interaksinya terhadap perubahan karakteristik salak pondoh selama penyimpanan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari karakteristik salak pondoh, formulasi pelapis serta karakterisasinya dan melakukan aplikasi pelapis pada salak pondoh. Formulasi dilakukan untuk mendapatkan formula pelapis dan karakteristik dari pelapis yang terpilih. Karakterisasi awal salak pondoh dilakukan pada salak pondoh kematangan 80, 90% dan campuran. Parameter yang diamati dari pelapis yaitu viskositas, kelarutan bahan campuran (visual), pH, dan total padatan terlarut. Pengaplikasian pelapis pada salak pondoh dikombinasi menggunakan jenis dan perlakuan kemasan Polipropilen lubang (PP-L), Polipropilen tanpa lubang (PP-TL), Polietilen lubang (PE-L), Polietilen tanpa lubang (PE-TL) dan salak pondoh yang disimpan tanpa menggunakan kemasan (TK). Suhu penyimpanan salak pondoh berkisar 15-20 °C dengan kelembaban berkisar 90-99%. Perubahan mutu buah salak pondoh yang diamati selama penyimpanan meliputi % kerusakan, % susut bobot, vitamin C, total padatan terlarut, total asam dan uji organoleptik. Ekstrak kulit manggis pada penelitian ini menggunakan perbandingan kulit manggis dengan pelarut 1:4 (b/b). Hasil uji coba formula pelapis didapat bahwa komposisi bahan pengisi yang baik untuk pelapis ekstrak kulit manggis yaitu dengan tambahan Carboxy Metil Cellulose (CMC) 0.05%, gliserol 1% dan kalium sorbat 0.05%. Karakteristik yang dihasilkan memiliki kestabilan pelapis yang tinggi dan tidak menggumpal serta dapat diaplikasikan menggunakan sprayer. Formula pelapis ekstrak kulit manggis dengan perbandingan pelarut etanol air 2:2, 3:2 dan 4:2 (b/b) memiliki karakteristik viskositas (6-22.5,..dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148377
      Collections
      • UT - Agroindustrial Technology [4355]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository