Show simple item record

dc.contributor.advisorPurwadaria, Hadi Karia
dc.contributor.advisorBudiastra, I Wayan
dc.contributor.authorSurjadjaja, Tien
dc.date.accessioned2024-05-02T02:49:10Z
dc.date.available2024-05-02T02:49:10Z
dc.date.issued1985
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148114
dc.description.abstractKedelai yang mengandung 35 persen protein merupakan sumber protein nabati yang potensial. Produksi kedelai di Indonesia 0.7 0.9 ton/ha sedangkan kebutuhan kedelai men- capai 1 juta ton pada tahun 1988, sehingga perlu diadakan peningkatan produksi dan penanganan pasca panen yang memi- nimumkan susut. Pengetahuan mengenai sifat panas diantara- nya difusifitas panas dibutuhkan untuk menganalisa masalah pindah panas dalam kegiatan pasca panen seoptimum mungkin. Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk menda- patkan nilai difusifitas panas (x) kedelai tumpukan dengan metoda "finite difference", menguji keabsahan nilai ter- sebut dan menentukan parameter yang berpengaruh terhadap nilai kedelai tumpukan. Prosedur kerja yang dilakukan adalah pembuatan wadah kedelai, pembersihan kedelai, penentuan kadar air dan masa jenis kedelai tumpukan, pemasangan termokopel dan pengukur- an penurunan suhu kedelai tumpukan selama pendinginan. Nilai difusifitas panas dihitung dengan menggunakan data hubungan suhu-waktu dan metoda "finite difference" terhadap dua varietas kedelai yaitu varietas Orba dan Wilis pada empat tingkat kadar air yang berbeda.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcNilai Difusifitas Panas Kedelai Tumpukan (Glycine max (L.) Merr.)id
dc.titleNilai Difusifitas Panas Kedelai Tumpukan (Glycine max (L.) Merr.)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record