Show simple item record

dc.contributor.advisorMachfud
dc.contributor.advisorYunizal
dc.contributor.authorGinting, Bebas Andreas
dc.date.accessioned2024-04-30T07:31:03Z
dc.date.available2024-04-30T07:31:03Z
dc.date.issued1982
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/148000
dc.description.abstractPenelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis asam atau campuran asan dan lass proses silase yang terbaik untuk mengekstrak minyak hati ikan cucut. Asam yang digunakan adalah asam formiat, asam khlorida, asam sulfat, campuran asam forsiat dengan asam khlorida (1:1), campuran asam formiat dengan asam sulfat (1:1), dan campuran asam khlorida dengan asam sulfat (111) Masing-masing jenis asam tersebut dikombinasikan dengan lawa proses silase, yang terdiri dari 48, 96 dan 144 jam. Semua jenis asam yang digunakan adala asam pekat teknis, dengan konsentrasi asam formiat 90 persen, asam khlorida 20 persen, asam sulfat 80 persen, masing-masing dengan dosis empat persen (v/w). Pengamatan yang dilakukan meliputi rendemen, kadar asam lemak bebas, bilangan yod, bilangan peroksida, kadar vitamin A, dan penilaian organoleptik yang meliputi kejernihan, warna, dan bau minyak kasar. Perlakuan jenis asam berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen, kadar asam lemak bebas, dan kadar vitamin A, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap bilangan yod dan bilangan peroksida minyak kasar. Periakcan lasa proses silase hanya berpengaruh dengan sangat nyata terhadap rendemen minyak kasar. Sedangkan interaksi kedua faktor perlakuan tersebut berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen dan kadar vitamin A, tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap kadar asam lemak bebas, bilangan yod, dan bilangan peroksida miayak kasar.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcEkstraksi minyak hati ikan cucut dengan proses silase asamid
dc.titleEkstraksi minyak hati ikan cucut dengan proses silase asamid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record