Mempelajari sifat tepung pati tike (Eleocharis dulcis Trin) serta pengaruh pembungkusan dan penyimpanan terhadap produk pangan tike
View/ Open
Date
1982Author
Rasyad, Zainal Muttaqien
Ciptadi MS, Wakhyuddin
Djumali ASP
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dibagi dalam tiga kelompok. Pertama, penelitian lapangan dilakukan di daerah penghasil tike di Kabupaten Indramayu dan Kabupaten Cirebon dengan cara pengisian kuisoner dan wawancara langsung dengan penduduk setempat. Kedua, penelitian mempelajari sifat tepung pati tike dibandingkan dengan sifat tepung pati lainnya. Dan ketiga, penelitian mempelajari pengaruh pembungkusan dan lama penyimpanan terhadap emping dan keripik tike.
Hasil penelitian lapangan menunjukkan bahwa desa-desa penghasil tike rata-rata mempunyai tingkat ekonomi yang masih rendah. Di daerah ini tanaman tike banyak tumbuh secara liar, luas tanah yang ditumbuhi kira-kira 10 - 15 ha per desa. Pada satu meter persegi tanah diperkirakan terdapat 0,5 1,0 kg umbi tike, sehingga di setiap desa diperkirakan terdapat 50 150 ton umbi tike. Umbi ini dimanfaatkan oleh penduduk sebagai sumber penghasilan, dengan pendapatan antara Rp 250,- sampai Rp 500, untuk setiap orang per hari. Umbi tike ini biasanya diolah menjadi emping tike.
Tepung pati tike mempunyai sifat yang khas. Suhu gelatinisasi (70,5°C) dan kekentalannya (1,45 cp) mempunyai nilai yang tinggi dan derajat keputihannya (74,03) sangat rendah. Komponen kimianya secara umum sangat berbeda dengan tepung-tepung pembandingnya, yaitu kadar air 13,35 %, abu 0,29%, pati 70,83%, amilosa 16,81 %, protein 2,79 % dan lemak 0,54 %. Warnanya yang putih kelabu dan baunya yang agak tajam kurang disukai oleh panelis.
