Show simple item record

dc.contributor.advisorNur, M. Anwar
dc.contributor.advisorSjachri MS, M
dc.contributor.advisorJudoamidjojo, R. Muljono
dc.contributor.authorIskandarsyah, Kosasih
dc.date.accessioned2024-04-30T06:52:45Z
dc.date.available2024-04-30T06:52:45Z
dc.date.issued1982
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/147984
dc.description.abstractHampir segala macam komoditi pertanian dapat tercemar oleh aflatoksin yang sangat beracun dan bersifat karsinogenik. Bahan pangan yang paling sering tercemar oleh aflatoksin adalah kacang tanah dan hasil-hasil olahannya. Metoda yang memuaskan untuk menghilangkan aflatoksin dari bahan pangan belum berhasil didapatkan. Pada ransum ternak sudah diterapkan metoda penghilangan aflatok sin dengan perlakuan ammonia, tetapi metoda ini tidak mungkin diterapkan bagi bahan makanan untuk konsumsi manusia, mengingat perubahan sifat fisik bahan yang diakibatkannya. Belerang dioksida atau bisulfit umum digunakan sebagai bahan aditif makanan, dan diperbolehkan sampai konsentrasi yang cukup tinggi. Dengan demikian fumigasi dengan belerang dioksida merupakan perlakuan yang diharapkan dapat menghilangkan aflatoksin dari bahan pangan tanpa banyak mengubah sifat fisik dari bahan pangan tersebut.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh fumigasi dengan belerang dioksida terhadap kandungan aflatoksin dalam kacang tanah dan bungkilnyaid
dc.titlePengaruh fumigasi dengan belerang dioksida terhadap kandungan aflatoksin dalam kacang tanah dan bungkilnyaid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record