| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pemuliaan dan Genetika Ternak, Jurusan Ilmu Produksi Ternak, Fakultas Peternakan Institut Pertanian Bogor. Penelitian dimulai tanggal 22 September 1988 sampai tanggal 14 November 1988.
Penelitian ini menggunakan hewan laboratorium mencit (Mus musculus albus) sebanyak 288 ekor mencit Jantan dan 286 ekor mencit betina keturunan 180 ekor induk yang dika- winkan dengan 60 ekor pejantan. Mencit induk dan pejantan tersebut dibagi secara acak dalam qua kelompok pesar dan dikawinkan dengan perbandingan satu jantan untuk tiga ekor betina. Pembagian an didasarkan pada pemberian ransum, yakni ransum yang mengandung protein hewanı 9% atau protein hewani 3%.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan keterangan mengenai pengaruh kadar protein hewani sembilan persen dan tiga persen terhadap bobot badan, laju pertumbuhan, keef1- sienan makanan, dan korelasi antara bobot sapih umur 21 ha- ri dengan bobot bada umur 28, 42 dan 56 hari. Hasil penelitian menunjukan protein hewani ransum ti-
dak berpengaruh terhadap bobot sapih mencit betina dan mencit jantan. Pada umur 42 hari kadar protein hewani tinggi berpengaruh sangat nyata (p < 0.01) terhadap bobot badan mencit dibandingkan dengan protein hewani rendah. Pada umur 49 hari dan 56 harı kadar protein hewani sembilan persen berpengaruh sangat nyata (p < 0.01) ter- hadap bobot badan mencit betina, sedangkan terhadap bobot badan mencit jantan hanya berpengaruh nyata (p < 0.05).
Kadar protein hewani ransum sembilan persen dan tiga persen berpengaruh sangat nyata (p < 0.01) terhadap laju pertumbuhan absolut mencit setelah berumur 28 hari, kecua- 11 pada periode umur 42 49 hari, protein hewani ransum yang berbeda tidak mempengaruhi laju pertumbuhan . absolut mencit. ... | id |