| dc.description.abstract | Kebutuhan akan penanganan limbah kotoran ternak terutama terasa untuk daerah padat ternak dan padat penduduk. Daur ulang penyakit yang berasal dari kotoran ternak sulit diputuskan dengan perlakuan yang kontinyu (terus menerus). Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut diatas adalah memanfaatkan kotoran ternak yang difermentasikan secara anaerobik, selain hasil utama gas bio, lumpur keluarannya dapat dimanfaatkan secara langsung maupun tidak langsung bagi ternak, ikan dan manusia. Pemanfaatan lumpur keluaran (sludge) secara tidak langsung adalah sebagai media biakan tanaman air seperti ganggang Chlorella yang mempunyai kandungan protein cukup tinggi (50%) sehingga dapat dimanfaatkan sebagai sumber protein.
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Ilmu Ternak
Babi, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor,
sejak tanggal 17 November 1988 sampai dengan tanggal
3 Desember 1988
Analisis Kualitas Air Media biakan di
Laboratorium Limnologi, Fakultas Perikanan, Institut
Pertanian Bogor dan Analisis Proksimat di Balai Besar
Penelitian dan Pengembangan Industri Hasil Pertanian
Bogor. Tujuan penelitian ialah untuk melihat salah satu usaha penanganan limbah kotoran ternak sapi potong yang difermentasi secara anaerobik sebagai media biakan untuk memproduksi ganggang Chlorella sp pada media biakan yang diberi perlakuan pengenceran dengan taraf 0, 20, 40, 60 dan 80% serta dipanen pada hari tertentu. Produksi ganggang salah satu dipengaruhi oleh waktu pemanenan yang mempunyai tingkat produksi optimal pada saat tertentu. Ganggang Chlorella dilihat dari kandungan nutrisinya dapat digunakan sebagai pakan ternak terutama sebagai sumber protein. Kotoran sapi potong mengalami fermentasi anaerobik pada "digester", lumpur keluarannya diambil dan diencerkan sebagai media biakan ganggang Chlorella sesuai taraf pengenceran dan dibiakkan ditempat yang kena cahaya matahari (fotosintesa). Penghitungan populasi Chlorella dilakukan setiap dua hari sekali selama 16 hari. Sebagai penunjang dilakukan analisis terhadap kualitas air media, analisis proksimat (padatan, protein dan
lemak), temperatur maksimum-minimum serta catatan hari terang dan mendung.
Rancangan percobaan yang dipergunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Petak Terpisah dalam waktu (Split Plot in Time) pada populasi Chlorella berdasarkan hari panen dan taraf pengenceran, kemudian dilakukan pula Uji BNT (Beda Nyata Terkecil) dan Uji Jarak Duncan. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu/hari panen sangat mempengaruhi populasi Chlorella (p<0.01), taraf pengenceranmempengaruhi populasi Chlorella(p < 0.05) dan interaksi antara hari panen dan taraf pengenceran sangat mempengaruhi populasi Chlorella (p < 0.01). Urutan rataan populasi Chlorella terbanyak terdapat pada taraf pengenceran 0, 20, 80, 60 dan 40% ialah: 4654.27 x 8 10 sel/1; 3178.10 x 10 sel/l; 3027.92 8 8 8 2991.67 x 10 sel/l dan 242.40 x 10 sel/1. X 8- 10 sel/1;
Kandungan protein Chlorella (% BK) cukup tinggi yaitu dengan kisaran 21.4% - 81.6% memungkinkan Chlorella dimanfaatkan sebagai makanan ternak terutama sebagai sumber protein. Dengan kandungan hara media yang cukup baik lumpur keluaran dari fermentasi anaerobik kotoran ternak sapi potong dapat dimanfaatkan sebagai media biakan protein sel tunggal khususnya Chlorella dan polusi yang ditimbulkan oleh kotoran ternak pada lingkungan dapat dikurangi. | id |