Show simple item record

dc.contributor.advisorDjojosudarmo, Suharto
dc.contributor.advisorTaurin, Mansoerdin Buyung
dc.contributor.authorRachmatsasmita, Koswara
dc.date.accessioned2024-04-22T07:30:48Z
dc.date.available2024-04-22T07:30:48Z
dc.date.issued1981
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/146701
dc.description.abstractPenelitian ini dimaksudkan untuk meneliti daya proteksi gula-gula laktosa, glukosa, dan galaktosa dalam pengencer mani beku butiran dan pengaruh kadar gula tersebut masing-masing pada tingkat 11 dan 7,5 persen serta pengaruh lama penyimpanan terhadap motilitas sperma setelah mani beku tersebut dicairkan. Penelitian ini dilaksanakan di Departemen Reproduksi Fakultas Kedokteran Veteriner, Institut Pertanian Bogor, dimulai tanggal 20 Nopember 1980 sampai dengan 2 Januari 1981. Dalam penelitian ini digunakan mani yang berasal dari dua ekor sapi jantan Holstein-Friesian sebagai ulangan percobaan, masing-masing ditampung dua ejakulat dengan vagina tiruan. Hanya mani yang memenuhi karakteristik normal yang dipakai. Mani yang berasal dari ejakulat pertama dan kedua, untuk masing-masing jantan, disatukan dalam perbandingan volume 1: 1 pada suhu kamar, kemudian diencerkan sehingga setiap mililiternya mengandung sekitar 300 juta sperma motil. Mani tersebut dibekukan pada CO, padat dalam bentuk butiran dengan volume masing-masing 0,05 mililiter. Ramuan pengencer terdiri dari 20 persen (v/v) kuning telur, 4,7 persen (v/v) gliserol, 1000 IU penisillin dan 1000 ug streptomisin per mililiter pengencer, dan gula sebagai bahan yang diuji. Gliserol ditambahkan secara total dan serentak pada pengenceran dalam suhu kamar. Waktu ekuilibrasi selama 4 jam pada suhu 5°C. Pengamatan dilakukan pada minggu penyimpanan ke 0 (dua puluh empat jam setelah dibekukan), 1, 2, 3, 4, 5, dan 6 dengan menggunakan pencair larutan laktosa 10 per sen pada suhu 37°C. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan percobaan faktorial tersarang 7x3x2. Hasil uji statistik menunjukkan perbedaan sangat nyata (P/0,01) dari pengaruh lama penyimpanan, jenis gula, atau kadar masing-masing gula tersebut terhadap persentase sperma motil. Pengaruh interaksi antar faktor tidak menunjukkan perbedaan nyata. Hasil pengujian Beda Nyata Jujur dari pengaruh lama penyimpanan diperoleh bahwa penurunan persentase sperma motil pada penyimpanan nol minggu berbeda sangat nyata (P/ 0,01) terhadap minggu berikutnya. Pengaruh penyimpanan satu minggu tidak berbeda nyata sampai dengan minggu keempat, berbeda nyata (P0,05) pada minggu kelima dan sangat nyata (P/0.01) pada minggu keenam. Penyimpanan 2 minggu tidak beda nyata sampai dengan 5 minggu dan beda nyata (P2 0,05) dengan 6 minggu. Penyimpanan 3 minggu sampai dengan 6 ming gu tidak terjadi perubahan nyata. Daya proteksi laktosa, galaktosa, dan glukosa secara berurutan lebih baik dan masing-masing berbeda sangat nyata (F/ 0,01). Kadar 11 persen lebih baik pada laktosa dan 7,5 persen pada galak- tosa dan glukosa.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh Disakarida dan Monisakarida Dalam Pengencer Mani Beku Butiran Terhadap Motilitas Sperma Sapi Holsteinid
dc.subject.ddcFriesianid
dc.titlePengaruh Disakarida dan Monisakarida Dalam Pengencer Mani Beku Butiran Terhadap Motilitas Sperma Sapi Holstein-Friesianid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record