| dc.description.abstract | Kelinci diternakkan untuk memproduksi daging, karena itu kelinci betina sebagai unit produksi harus mendapat perhatian yang besar. Pengaruh perbedaan manajemen pakan pada periode beranak ketiga dipelajari dalam penelitian ini, sedangkan periode kesatu dan kedua telah dipelajari sebagai pembanding. Tujuannya adalah untuk memperoleh informasi produksi anak dari induk kelinci kelahiran ketiga.
Penelitian dilakukan di Kandang Produksi Ruminansia Kecil, Fakultas Peternakan, IPB. Ternak digunakan sebanyak 12 ekor induk dengan bobot badan berkisar antara 2000-3500 g, umur antara 11-12 bulan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan jumlah ransum broiler finisher sebagai penguat yaitu masing-masing 25, 50, dan 75 g. Rumput lapang dan air minum diberikan ad libitum. Parameter yang diukur adalah bobot kawin, bobot bunting, lama kebuntingan, litter size lahir dan sapih, bobot lahir, bobot sapih, mortalitas total, konsumsi pakan, fluktuasi bobot badan tetua, dan efisiensi pakan.
Hasil yang diperoleh bahwa bobot kawin induk, lama bunting, bobot lahir anak, litter size lahir, pertambahan bobot badan anak, bobot badan sapih dan litter size sapih tidak dipengaruhi oleh perbedaan pakan. Litter size lahir terjadi penurunan sebesar 16,13% pada periode ketiga. Kefisienan pakan terbaik terdapat pada pemberian penguat 50 g, kemudian disusul oleh pemberian penguat 75 dan 25 g. Kesimpulannya bahwa litter size tidak dipengaruhi oleh perbedaan manajemen dalam hal ini yaitu perbedaan jumlah konsentrat yang berbeda. | id |