| dc.description.abstract | Domba Garut merupakan salah satu sumber daya genetik ternak yang ada di propinsi Jawa Barat (Garut) yang berpotensi untuk dikembangkan dan dilestarikan keberadaannya. Berdasarkan tujuan pemeliharaannya, domba ini terbagi dalam dua kelompok tersendiri yang mempunyai karakteristik fenotip tertentu dan dikenal dengan sebutan kelompok domba Garut Tangkas dan Pedaging.
Penelitian ini dilaksanakan selama empat bulan, pada bulan Pebruari sampai dengan Juni 1999. Lokasi penelitian di Peternakan Rakyat Kampung Panagan Cibuluh Desa Sukawargi Kecamatan Cisurupan dan Desa Tegal Panjang Kecamatan Wanaraja Kabupaten Garut.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berhasil atau tidaknya upaya seleksi terhadap domba Garut dalam memberikan jenis domba Garut Tangkas (tipe Aduan) atau Pedaging yaitu dengan mengetahui karakteristik morfometrik kepala domba Garut Tangkas dan Pedaging pada umur 1-1,5 tahun berdasarkan pengamatan terhadap ukuran-ukuran kepala.
Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah domba Garut Tangkas dan Pedaging dengan jumlah masing-masing jenis sebanyak 50 ekor, terdiri dari 25 ekor jantan dan 25 ekor betina pada umur 1-1,5 tahun yaitu pada kondisi gigi I. Jumlah keseluruhan ternak yang digunakan adalah 100 ekor.
Analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji-t untuk mengetahui adanya persamaan dan perbedaan ukuran-ukuran kepala domba Garut Tangkas dan Pedaging (Sudjana, 1989) dan metode Analisis Komponen Utama untuk memberikan diskriminasi terhadap kelompok kedua tipe domba Garut tersebut (Gasperz, 1992).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala domba Garut jantan mempunyai dimensi yang lebih besar daripada betina. Kepala domba Garut Tangkas jantan berdimensi lebih besar daripada Pedaging jantan, sedangkan pada betinanya domba Garut Tangkas mempunyai dimensi kepala yang lebih panjang daripada Pedaging. Dari segi bentuk, domba Garut Tangkas dan Pedaging berbeda pada jantan, sedangkan pada betina jauh berbeda. Panjang Akrokranion-Prosthion (X1) dan basion-prosthion (X4) pada kedua tipe domba Garut baik jantan maupun betina pada umur 1-1,5 tahun memberikan kontribusi terbesar terhadap diskriminasi dimensi kepala. Dari segi bentuk kepala, perbedaan diantara kedua tipe domba Garut tersebut paling besar dipengaruhi oleh panjang Akrokranion-Prosthion (X1), akrokranion- nasion (X2), nasion-rhinion (X3), akrokranion-basion (X10) dan panjang rahang bawah (X14). | id |