| dc.description.abstract | Penelitian mengenai Pengamatan Performa Beberapa Strain Ayam Broiler di Peternakan Cipinang Farm Kec. Cimaung Kab. Bandung telah dilakukan sejak tanggal 9 Agustus sampai 18 September 2002. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati performa dari beberapa strain ayam broiler yang ada di peternakan Cipinang Farm Kec. Cimaung Kab. Bandung.
Materi yang digumakan dalam penelitian ini adalah 120 ekor ayam broiler umur sehari (DOC) yang terdiri dari empat macam strain broiler komersial yaitu, Cobb yang diperoleh dari PT. Super Unggas Jaya, Hybro dari PT. Peternakan Ayam Manggis, Arbor Acress dari PT. Leong Ayam Satu Primadona dan Hubbard dari PT. Kerta Mukti Sejahtera. Masing-masing strain berjumlah 30 ekor. Ransum yang digunakan selama penelitian adalah ransum komersial BRO-1 Superfeed. Ayam- ayam tersebut ditempatkan pada petak-petak kandang yang berukuran 1x 1 x 0,9 m, dengan alas kandang sistem litter, setiap sepuluh ekor ayam ditempatkan ke dalamnya secara acak.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan strain ayam broiler yang berbeda yaitu, SI (strain Cobb), S2 (strain Hybro), S3 (strain Arbor Acress) dan S4 (strain Hubbard) dengan tiga ulangan.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan performa dari keempat strain ayam yang diamati. Strain Hubbard memiliki rataan bobot badan DOC, rataan bobot badan akhir, pertambahan bobot badan dan rataan konsumsi ransum paling tinggi, masing-masing sebesar 45,83 g/ekor, 1716,7 g/ekor, 1670,83 g/ekor dan 2746,35 g/ekor dengan angka konversi ransum yang relatif kecil yaitu sebesar 1,6. Berbeda dengan strain Arbor Acress yang memiliki rataan bobot badan akhir dan pertambahan bobot badan paling kecil, masing-masing sebesar 1443,3 g/ekor dan 1398,17 g/ekor dengan angka konversi 2721,47g/ekor yang relatif tinggi. ransum 1,89 dan konsumsi ransum
Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa perbedaan strain ayam broiler berpengaruh nyata terhadap pertambahan bobot badan, bobot awal (DOC) dan bobot akhir, tidak berpengaruh terhadap konsumsi ransum. Strain Hubbard menghasilkan rataan pertambahan bobot badan dan bobot akhir paling tinggi. | id |