| dc.description.abstract | Penelitian dilakukan di Laboratorium Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Penelitian ini berlangsung dari tanggal satu Agustus 1988 sampai dengan tanggal 12 Oktober 1988.
Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh tingkat protein dalam ransum terhadap produksi telur, bobot telur, konsumsi ransum, konversi ransum, mortalitas dan "income over feed cost".
Materi yang digunakan dalam penelitian adalah ayam petelur tipe medium bibit komersial Shaver Starcross 579 sebanyak 300 ekor berumur 32 minggu. Ransum yang digunakan mengandung protein 18 persen (R1), 16 persen (R2) dan 14
persen (R3) dengan energi metabolis 2 650 kkal/kg.
Rancangan percobaan yang digunakan adalah acak lengkap
dengan tiga perlakuan dan lima ulangan. Setiap ulangan
terdiri dari 20 ekor ayam. Makanan dan air minum diberikan
ad libitum. ragam. Data yang diperoleh diolah dengan analisis Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat protein 18, 16 dan 14 persen dengan energi metabolis 2 650 kkal/Kg tidak nyata berpengaruh terhadap produksi telur, bobot telur, konsumsi ransum, konversi ransum dan mortalitas. Pada pemberian ransum dengan tingkat protein 18, 16
dan
14 persen, konsumsi ransum masing-masing
sebesar
132.51, 131.77 dan 128.99 gram/ekor/hari. Rataan konversi
ransum sebesar 3.15, 3.13 dan 3.09. Rataan produksi telur
77.56, 75.13 dan 73.06 persen, sedangkan bobot telur masing-masing 61.05, 61.40 dan 60.97 gram.
"Income over feed cost" yang paling besar diperoleh pada tingkat protein ransum 14 persen, yaitu Rp 4 384.10. | id |