| dc.description.abstract | Salah satu cara untuk mengetahui gambaran produksi suatu ternak adalah dengan memperhatikan pertumbuhan- perkembangan berbagai komponen tubuh hewan tersebut.
Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 19 Juli 1990 sampai dengan tanggal 16 September 1990 di Laboratorium Produksi Ternak Unggas, Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor. Tujuan penelitian ini untuk mempelajari pertumbuhan perkembangan potongan karkas komersial akibat penurunan tingkat protein ransum pada minggu ketiga-keempat.
Materi penelitian terdiri atas 200 ekor ayam broiler "Final Stock" strain Hubbard. Dari umur sehari sampai umur 15 hari ayam mendapat perlakuan sama yaitu diberi ransum dengan tingkat protein 26%. Pada umur 16 sampai 30 hari ayam-ayam mendapat perlakuan berbeda yaitu perlakuan 1 (P1) diberi ransum dengan tingkat protein 13%, perlakuan 2 (P2) tingkat protein 15%, perlakuan 3 (P3) tingkat protein 17% dan perlakuan 4 (P4) tingkat protein 22%. Pada umur 31 sampai 58 hari ayam-ayam kembali mendapat perlakuan yang sama yaitu diberi dengan tingkat protein 22%. ransum
Potongan karkas komersial ayam diperoleh dari pemotongan pada umur 30, 37, 44, 45, 51 dan 58 hari. Selanjutnya data, diolah dengan menggunakan persamaan alometrik Ya x yang ditransformasikan menjadi log Y = log a + blog X. Adapun parameter yang diamati adalah bobot potongan leher, punggung atas, punggung bawah, paha, pangkal paha, dada dan sayap.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan terhadap bobot potongan komersial karkas sampai pada minggu kedelapan tidak berbeda nyata. Hal ini dapat disebabkan karena adanya efek kompensasi setelah tingkat protein ransum dikembalikan menjadi 22%. Laju pertumbuhan potongan komersial karkas sebanding dengan laju pertumbuhan bobot hidup, sehingga bagian-bagian tersebut selalu proporsional pada bobot potong yang berbeda-beda. | id |