View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh kombinasi adsorben dan lama pergantian bunga Sedap Malam pada proses Enfleurasi terhadap rendemen dan mutu Minyak Bunga Sedap Malam (Polianthes tuberose Linn)

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (1.655Mb)
      Date
      2012
      Author
      Wahda, Wisma Fitrianurrokhmah
      Pandji, Chilwan
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Indonesia memiliki potensi minyak atsiri yang sangat besar. Indonesia memiliki sedikitnya 40 dari 80 jenis minyak atsiri yang diperdagangkan di dunia. Minyak atsiri dapat diperoleh dari tanaman dan hewan. Tetapi yang banyak dikembangkan di Indonesia adalah yang berasal dari tanaman. Bagian tanaman yang dapat diekstrak untuk diambil minyak atsirinya adalah akar, batang, kulit, daun, bunga, dan biji. Bunga yang banyak digunakan sebagai sumber minyak atsiri antara lain mawar, melati, sedap malam, kenanga, cempaka, dan lavender. Bunga sedap malam merupakan salah satu sumber minyak atsiri yang bernilai sangat tinggi. Namun, di Indonesia pemanfaatannya masih lebih banyak digunakan untuk bunga potong. Sentra pertanaman sedap malam di Indonesia adalah Jawa Barat (Cianjur, Ciamis, Garut, Kuningan, Sukabumi, Subang, dan Tasikmalaya), Jawa Tengah (Ambarawa, Semarang, dan Magelang), dan Jirwa Timur (Pasuruan), serta Sumatera Utara (Brastagi). (Insti Minyak atsiri dari bunga sedap malam dapat diekstrak dengan menggunakan pelarut ataupun enfleurasi. Teknik enfleurasi menghasilkan rendemen yang lebih tinggi dan kualitas yang lebih baik. Enfleurasi merupakan proses ekstraksi minyak atsiri dengan menggunakan lemak padat sebagai media adsorben. Lemak yang terbaik yang menghasilkan rendemen paling tinggi adalah campuran lemak sapi dengan lemak babi (1:2). Agar proses enfleurasi dapat diterapkan di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah Muslim, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rendemen enfleurasi bunga sedap malam varietas ganda dengan menggunakan jenis campuran adsorben lain yakni lemak sapi dan minyak jagung serta pengaruhnya terhadap mutu minyak bunga sedap malam yang dihasilkan melalui uji fisiko-kimia. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap yakni penanganan bahan baku lemak sapi, pembuatan adsorben dari lemak sapi dan minyak jagung (100:0, 90:10, 80:20, 70:30, dan 60:40), karakterisasi adsorben (titik cair, bilangan asam, dan bilangan iod) dan aplikasinya pada proses enfleurasi bunga sedap malam, pemilihan adsorben, aplikasi pada proses enfleurasi berdasarkan lama pergantian bunga (24 jam dan 48 jam), serta analisa fisiko-kimia minyak bunga sedap malam hasil enfleurasi (indeks bias dan gas chromatography). Hasil analisa varian titik cair adsorben, dapat diketahui bahwa penambahan minyak jagung ke dalam lemak sapi tidak berpengaruh nyata (secara signifikan) terhadap perubahan titik cair adsorben. Hasil analisa varian kadar Free Fatty Acid (FFA)) juga menyatakan hal yang sama, bahwa penambahan minyak jagung ke dalam lemak sapi tidak berpengaruh nyata (secara signifikan) terhadap perubahan kadar FFA adsorben. Sedangkan hasil analisa carian bilangan iod adsorben menyatakan bahwa panambahan minyak jagung ke dalam lemak sapi terdapat satu kombinasi yang berpengaruh nyata terhadap perubahan bilangan iod adsorben. sampel Al dan A2 tidak berbeda nyata secaга signifikan, begitu pula sampel A4 dan A5…dst gri Hasil percobaan enfleurasi kepada kelima sampel adsorben menghasilkan rendemen berturut- furut dari Al hingga A5 adalah 0,098%, 0,099%, 0,093%, 0,02%, dan 0,05%. Pada sampel A1. A2, dan A3 minyak bunga sedap malam yang dihasilkan masih mengandung banyak lemak yang terbawa dalam ekstrait sehingga masih bercampur pada minyak bunga sedap malam. Adanya lemak ini membuat minyak menjadi padat pada suhu kamar. Sedangkan pada sampel A4 dan A5, tidak terdapat lemak, sehingga bentuknya tetap kental pada suhu kamar.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/145321
      Collections
      • UT - Agroindustrial Technology [4355]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository