Show simple item record

dc.contributor.advisorMulyono, Rini H
dc.contributor.advisorAfnan, Rudi
dc.contributor.authorKuswardani, Widya Fitri A
dc.date.accessioned2024-04-03T02:18:59Z
dc.date.available2024-04-03T02:18:59Z
dc.date.issued2012
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/144943
dc.description.abstractIndonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber plasma nutfah dan merupakan sumber daya genetic ternak lokal di Indonesia yang perlu dilestarikan, adalah unggas lokal baik yang asli dari Indonesia maupun dari luar negeri yang telah beradaptasi di Indonesia. Pelestarian keragaman genetic ternak diperlukan untuk mempertahankan karakteristik ternak, yang salah satu caranya adalah mengidentifikasi penciri ukuran dan bentuk tubuh dari masing-masing jenis ayam lokal. Penelitian ini dilaksanakan di Peternakan Arawa (ayam Ketawa), peternakan ayam Ketawa Godean Yogyakarta dan Pondok Pesantren Daarul Mughni Al-Maliki Kelapa Nunggal untuk ayam Ketawa, sedangkan ayam Pelung dan ayam Kampung dilaksanakan di peternakan Salabenda, peternakan Bestari dan Bantarjati Kotamadya Bogor. Penelitian ini dilaksanakan selama satu bulan, yaitu pada bulan April 2011 sampai Mei 2011. Jumlah ternak yang diamati adalah 148 ekor yang terdiri atas 89 ekor ayam Ketawa (44 ekor jantan dan 45 ekor betina), 30 ekor ayam Pelung (15 ekor jantan dan 15 ekor betina) dan 29 ekor ayam Kampung (14 ekor jantan dan 15 ekor betina). Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur variabel-variabel linear permukaan tubuh yang terdiri atas panjang femur (X1), panjang tibia (X2), panjang shank (X3), lingkar shank (X4), panjang jari ketiga (X5), panjang sayap (X6), panjang maxilla (X7), tinggi jengger (X8), panjang tulang leher (X9). panjang dada (X10) dan lebar dada (X1). Pengolahan data menggunakan perangkat lunak Minitab versi 15.1.20.0. Uji T²-Hotelling digunakan untuk mengetahui perbedaan ukuran linear permukaan tubuh ayam yang diamati dilanjutkan dengan Analisis Komponen Utama (AKU). Analisis Komponen Utama (AKU) digunakan untuk menentukan penciri ukuran dan bentuk pada jenis kelompok ayam yang diamati. Hasil Uji T-Hotelling menunjukkan bahwa ayam yang diamati sangat berbeda satu dengan yang lain (P<0,01). Penciri ukuran dan bentuk tubuh ayam Ketawa keseluruhan adalah panjang tulang leher (X9) dengan vektor eigen sebesar 0,504 dan panjang sayap (X6) dengan vektor eigen sebesar 0,913. Hal tersebut mengindikasikan bahwa ayam Ketawa berpotensi sebagai ayam penyanyi karena tulang leher berhubungan dengan kualitas suara kokok, sedangkan panjang sayap disamping berhubungan dengan produksi juga dengan system respirasi. Penciri ukuran dan bentuk tubuh ayam Pelung adalah panjang tulang leher (X9) dengan vektor eigen sebesar 0,627 dan panjang dada (X10) dengan vektor eigen sebesar 0,514. Hal ini mengindikasikan bahwa ayam Pelung selain berpotensi sebagai ayam penyanyi dapat dijadikan sebagai ayam pedaging, karena panjang dada berhubungan dengan produksi daging. Penciri ukuran dan bentuk tubuh ayam Kampung adalah panjang tibia (X2) dengan vektor eigen sebesar 0,430 dan tinggi jengger (X8) dengan vektor eigen sebesar 0,688. Tulang tibia memberikan indikasi bahwa ayam tersebut lebih besar dan tinggi yang dikaitkan dengan sifat pedaging, sedangkan jengger ..dstid
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcAnimal Scienceid
dc.subject.ddcAnimal Production and Technologyid
dc.subject.ddcBogorid
dc.subject.ddcJawa Baratid
dc.titleStudi ukuran dan bentuk tubuh Ayam Ketawa, Ayam Pelung dan Ayam Kampungid
dc.typeUndergraduate Thesisid
dc.subject.keywordChickenid
dc.subject.keywordT2-Hotellingid
dc.subject.keywordPrinciple Component Analysisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record