View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Penerapan Kaizen untuk Peningkatan Mutu Produksi di PT. XOX

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (2.491Mb)
      Date
      2012
      Author
      Astuti, Andini Widya
      Sukardi
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Perisa dan pewangi merupakan dua jenis produk yang mengalami perkembangan yang cukup pesat. Perisa dan pewangi utamanya diperlukan oleh industri makanan dan aneka industri yang menggunakan aroma. Berdasarkan SNI 01-7152-2006, perisa didefinisikan sebagai bahan tambahan pangan berupa preparat konsentrat, dengan atau tanpa ajudan perisa (flavoring adjunct) yang digunakan untuk memberi rasa, dengan pengecualian rasa asin, manis, dan asam, tidak dimaksudkan untuk dikonsumsi secara langsung dan tidak diperlakukan sebagai bahan pangan. Pewangi merupakan substansi baik alami maupun sintetik yang ditambahkan untuk memberi aroma pada suatu produk. Salah satu industri yang bergerak di bidang perisa dan pewangi adalah PT. XOX. Perkembangan industri makanan dan aneka industri wewangian yang cukup pesat menyebabkan terjadinya persaingan ketat antar industri perisa dan pewangi. Salah satu kunci untuk dapat memenangkan persaingan pasar adalah kualitas. Berdasarkan ISO 9000, kualitas adalah totalitas fitur dan karakteristik dari suatu produk atau jasa yang mengandalkan kemampuannya untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan secara langsung maupun tersirat. Salah satu upaya untuk menjaga kualitas produk adalah dengan penerapan Total Quality Management (TQM). TQM adalah suatu sistem manajemen yang melibatkan seluruh elemen organisasi dalam menerapkan teknik pengendalian kualitas untuk memperoleh kepuasan pelanggan (Marimin, 2004). Jepang merupakan salah satu negara yang sukses menguasai pasar karena produk yang berkualitas. Rahasia kesuksesan perusahaan Jepang antara lain karena menerapkan prinsip kaizen. Kaizen dalam bahasa Jepang berarti perbaikan berkesinambungan. Perbaikan dilakukan oleh seluruh individu dalam suatu perusahaan, baik karyawan maupun pimpinan. Salah satu keuntungan penerapan kaizen adalah biaya implementasi yang relatif rendah. PT. XOX sebagai salah satu industri perisa dan pewangi terbesar di Indonesia merasa perlu menerapkan kaizen untuk terus meningkatkan kualitas produksinya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati ada tidaknya permasalahan utama terkait dengan mutu produk yang dihadapi PT. XOX, mengidentifikasi faktor-faktor utama yang mempengaruhi proses produksi di PT. XOX, dan menganalisis alternatif penerapan teknik manajemen kualitas kaizen untuk meningkatkan kualitas proses produksi di PT. XOX. Metode pengumpulan data adalah dengan observasi di area produksi PT. XOX yang didukung oleh wawancara dengan operator dan staf Quality Assurance Department (QAD) serta data sekunder PT. XOX mengenai keluhan pelanggan. Analisis data dilakukan dengan perangkat TQM, yaitu histogram, stratifikasi, analisis diagram pareto, dan diagram sebab akibat. Data tersebut menjadi masukan untuk menentukan alternatif solusi kaizen. Hasil analisis dengan diagram pareto menunjukkan bahwa sebagian besar keluhan pelanggan yang diterima PT. XOX terkait dengan organoleptik produk, yang mencapai 50.00% dari seluruh jumlah justified complaint yang diterima. Keluhan paling banyak ditujukan pada produk perisa dan pewangi. Dengan demikian, aspek organoleptik khususnya pada produk perisa dan pewangi memiliki peluang yang besar untuk dilakukannya perbaikan. Hasil analisis selanjutnya dengan diagram sebab akibat menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi proses produksi perisa dan pewangi serta menyebabkan terjadinya keluhan utamanya adalah kesalahan operator dan bahan baku, masing-masing sebesar 43.59% dan 33.33%. Selain itu, PT. XOX perlu lebih fokus dalam menerapkan enam konsep kaizen, khususnya bahwa proses berikutnya adalah konsumen, konsep mengenai daur Plan-Do-Check-Act/Stabilize-Do-Check-Act (PDCA/SDCA) dan konsep ..dst
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/144709
      Collections
      • UT - Agroindustrial Technology [4355]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository