Show simple item record

dc.contributor.advisorGurnadi, R. Eddie
dc.contributor.advisorJudoamidjojo, R. Muljono
dc.contributor.authorDewanty, Sari Retno
dc.date.accessioned2024-03-26T07:41:35Z
dc.date.available2024-03-26T07:41:35Z
dc.date.issued1990
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143689
dc.description.abstractPenelitian ini dilakukan di Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor dan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Barang Industri Kulit, Karet dan Plastik, Yogyakarta, sejak tanggal 18 Juni 1990 sampai dengan tanggal 20 Agustus 1990. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh spesies dan jenis kelamin tikus terhadap sifat-sifat fisik kulitnya setelah penyamakan kombinasi chrom dan nabati. Sifat-sifat fisik yang diukur dan diuji adalah tebal, luas, kekuatan tarik, kemuluran dan kekuatan jahit kulit samak tikus. Penelitian ini menggunakan 60 lembar kulit tikus yang terdiri atas 20 lembar kulit tikus rumah, 20 lembar kulit tikus sawah dan 20 lembar kulit tikus tegal dengan jenis kelamin berbeda. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap pola faktorial 3 x 2, faktor pertama adalah bangsa tikus, dan faktor kedua adalah jenis kelamin. Penyamakan kulit dilakukan dengan bahan penyamak kombinasi chrom dan nabati. Pengujian sifat fisik kulit menggunakan alat Tensile Strength Tester. Hasil pengukuran dan pengujian dianalisis dengan analisis sidik ragam. Untuk mengetahui pengaruh bangsa dan jenis kelamin terhadap sifat-sifat fisik kulit tikus, dilakukan uji jarak berganda Duncan, Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perbedaan spesies tikus, menyebabkan perbedaan yang nyata (P < 0.05) pada tebal dan kekuatan jahit kulit samak. Dimana kulit tikus rumah dan tikus tegalan, ternyata mempunyai kulit yang lebih tebal dan kekuatan jahit lebih tinggi, jika dibandingkan dengan kulit tikus sawah. Juga menyebabkan perbedaan yang sangat nyata (P < 0.01) pada luas kulit samak tikus, dimana kulit tikus rumah ternyata lebih luas daripada kulit tikus tegalan dan tikus sawah. Perbedaan jenis kelamin tikus menyebabkan perbedaan yang nyata (P < 0.05) pada kekuatan jahit, dimana kulit tikus betina ternyata mempunyai kekuatan jahit lebih tinggi daripada kulit tikus jantan. Akan tetapi perbedaan spesies dan jenis kelamin tikus tidak menyebabkan perbedaan yang nyata pada kekuatan tarik dan kemuluran kulit. Dari hasil pengujian fisik kulit terlihat, bahwa, kulit tikus rumah dan kulit tikus tegal mempunyai mutu yang lebih baik jika dibandingkan dengan kulit tikus sawah.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh spesies dan jenis kelamin tikus terhadap sifatid
dc.subject.ddcsifat kulit tikus setelah penyamakanid
dc.titlePengaruh spesies dan jenis kelamin tikus terhadap sifat-sifat kulit tikus setelah penyamakanid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record