View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Ekstraksi dan karakterisasi lemak biji kakao kering dari beberapa daerah produsen biji kakao kering di Indonesia

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (13.79Mb)
      Date
      1996
      Author
      Rosita, Tita
      Wiraatmadja, Sutedja
      Sulistyowati
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Perkembangan kakao (Theobroma cacao L) dimulai sejak tahun 1975 dan awal 1990 dunia dihadapkan pada kenaikan konsumsi. Tingkat pertumbuhan konsumsi kakao dunia hingga tahun 2005 di duga akan lebih tinggi dari pertumbuhan produksi kakao. Dengan kondisi ini maka Indonesia sebagai negara produsen mempunyai peluang untuk meningkatkan produksinya. Tetapi rendahnya mutu biji kakao Indonesia menyebabkan Indonesia sulit bersaing di pasar dunia. Untuk meningkatkan nilai tambah kakao, lemak kakao dijadikan produk alternatif. Tujuan penelitian ini adalah mengkarakterisasi sifat fisikokimia biji dan lemak dari beberapa daerah penghasil kakao, dan mengkarakterisasi biji kakao yang terserang PBK untuk melihat tingkat kelayakannya sebagai komoditas yang diperdagangkan. Hasil karakterisasi sifat fisikokimia biji kakao kering menunjukkan bahwa biji kakao kering mempunyai kadar air 5.2-7.5%, persentase kulit biji 11.2-20.0%, ukuran biji 95-160 buah per seratus gram biji kering, dan kandungan lemak 43-54.4%. Dari sifat fisikokimianya, secara umum biji kakao kering Indonesia tidak memenuhi syarat mutu SNI 01-2323-1991. Dilihat dari sifat fisikokimia lemaknya, biji kakao yang dianalisis mempunyai titik lunak 29.2-30.6°C, titik cair 33.3-37°C, indeks bias 1.463-1.466, bilangan Iod 34-40 mg iod/g lemak, bilangan penyabunan 162-221 mg KOH/g lemak, bilangan asam 1-2 mg KOH/g lemak, secara keseluruhan memenuhi standar mutu lemak kakao Malaysia. Berdasarkan sifat fisikokimia biji dan lemaknya, biji kakao kering dari Kecamatan Ladongi (Sulawesi Tenggara) mempunyai peluang untuk bersaing di pasar dunia terutama sebagai bahan baku produk non pangan karena sifat fisikokimia biji dan lemaknya memenuhi syarat mutu yang dipakai dan mempunyai titik cair lebih tinggi dari 36°C yaitu...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143647
      Collections
      • UT - Agroindustrial Technology [4355]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository