Show simple item record

dc.contributor.advisorSaid, E. Gumbira
dc.contributor.authorRiyadi, Rochmat Pudjiono
dc.date.accessioned2024-03-22T07:19:09Z
dc.date.available2024-03-22T07:19:09Z
dc.date.issued1994
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/143025
dc.description.abstractTKKS merupakan salah satu bahan lignoselulosa. Komponen utama bahan lignoselulosa adalah selulosa, lignin dan hemiselulosa dengan perbandingan komposisi 4:33. Salah satu teknik biokonversi bahan lignoselulosa adalah kultivasi media padat atau KMP (Solid Substrat Cultivation). Biodegradasi TKKS menggunakan kapang perlu dilaksanakan guna mempercepat proses biokonversi. Hal penting yang perlu dilakukan dalam biodegradasi adalah perlakukan pendahuluan TKKS berupa pengecilan ukuran dan delignifikasi. Pada penelitian ini, substrat TKKS digiling dengan ukuran 20, 40 dan 60 mesh, sedangkan delignifikasi dilakukan dengan mengunakan NaOH 0.15kg/kg bahan (Moo- Young et al., 1994). Peningkatan kandungan selulosa hasil delignifikasi untuk substrat 20, 40 dan 60 mesh berturut-turut adalah 63.13, 52.16 dan 57.11 persen, sedangkan untuk substrat yang tidak didelignifikasi kandungan rata-rata selulosa, lignin dan hemiselulosa adalah 42.24, 28.24 dan 22.39 persen (Gumbira-sa'id et al., 1994). Kapang mempunyai kemampuan untuk mendegradasi bahan lignoselulosa. Hal ini dikarenakan kapang menghasilkan beberapa jenis enzim, yang cukup potensial. Beberapa jenis kapang yang dapat tumbuh baik pada bahan lignoselulosa adalah Trichoderma viride, Neurospora sitophila dan white rot fungi Phanerochaete crysosporium...id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKajian biodegradasi tandan kosong kelapa sawit (elaeis guineensis Jacq) menggunakan kultivasi media padat (KMP)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record