Penentuan kebijaksanaan pengendalian persediaan bahan baku di PT Ultra Jaya Milk industry and trading company
Abstract
PT ULTRA JAYA sebagai perusahaan industri pangan multi produk terutama produk UHT (Ultra High Temperature), telah mengalami perkembangan pada jenis dan jumlah penjualan produk yang cukup pesat.
Pengendalian persediaan bahan gula pasir merupakan langkah strategis karena bahan ini merupakan bahan yang tingkat penggunaannya tinggi yaitu digunakan untuk semua jenis produk yang dihasilkan, serta memerlukan bahan dengan mutu yang spesifik sehingga harus diimport. Penyimpanan dalam jumlah yang terlalu besar akan menyebab- kan tingginya biaya simpan dan resiko kerusakan, sedangkan
kekurangan bahan juga sangat merugikan. Ketidakpastian tingkat penggunaan bahan gula pasir dan waktu kedatangan gula pasir yang dipesan menimbulkan per- masalahan yang rumit dalam proses pengendalian persediaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyusun model pengendalian persediaan yang diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan tersebut.
Sasaran utama yang hendak dicapai adalah menentukan jumlah pesanan (Q) dan batas pemesanan (S) yang meminimum- kan biaya total persediaan. Penyusunan model dilakukan berdasarkan parameter yang berpengaruh yaitu banyaknya permintaan tiap hari, waktu tunggu serta komponen biaya penyimpanan, pemesanan dan kekurangan bahan.
Model kebijaksanaan pengendalian persediaan yang digu- nakan adalah Model (S,Q). Data kondisi persediaan yang dipakai adalah data harian selama satu tahun. Peubah acak permintaan bahan gula pasir dibangkitkan berdasarkan pola sebaran empiris. Pola sebaran waktu tunggu mengikuti sebaran empiris diskrit.
Validasi model dilakukan dengan membandingkan hasil simulasi dengan data persediaan aktual, Berdasarkan uji Chi Kuadrat (X²) ), diperoleh nilai X² sebesar 12,232 2 sedangkan nilai X² tabel sebesar 12.592 pada tingkat kepercayaan 95 persen. Hal ini menunjukkan bahwa model tersebut adalah valid.
Kondisi persediaan yang optimum dicari dengan mencoba- kan sejumlah kombinasi batas pemesanan (S), yaitu tingkat persediaan yang menunjukkan waktunya dilakukan pemesanan dan jumlah pemesanan (Q) ke dalam model. Nilai Biaya total yang minimum diperoleh pada tingkat batas pemesanan (S) sebesar 190 000 kg dan jumlah pemesanan Q sebesar 231 000 kg, yaitu sebesar Rp 183 764, dimana pada kombinasi ini tidak terjadi kekurangan bahan gula pasir.
