Pengaruh sistem balas jasa terhadap motivasi kerja karyawan PT Kimia Farma melalui analisa pengembangan sumberdaya manusia
Abstract
Sumberdaya manusia adalah modal yang paling berharga bagi suatu perusahaan atau organisasi. Jatuh bangunnya suatu perusahaan, sangat tergantung dari kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan daya pikir dan kreatifitas karyawannya, untuk bersaing di pasar global sebagai produsen jasa atau barang yang terbaik. Agar dapat menjadi produsen yang dapat memenuhi kepuasan pelanggan, mutlak bagi perusahaan untuk dapat meningkatkan produktivitasnya, di mana hal tersebut dipengaruhi oleh motivasi kerja karyawannya.
Tujuan dari penelitian ini ialah mempelajari pengaruh sistem balas jasa terhadap motivasi kerja karyawan, dan mempelajari faktor-faktor lain selain balas jasa, yang juga mempengaruhi motivasi kerja karyawan PT Kimia Farma.
Teknik pengukuran data yang digunakan adalah penyebaran kuesioner yang terlebih dahulu dilakukan pengujian tingkat validitas dan reliabilitasnya, wawancara, dan observasi. Teknik analisa data yang digunakan ialah analisa data kualitatif, dengan menggunakan Tabel Prosentase Frekuensi.
Dari hasil survai terhadap 60 karyawan sebagai responden, terlihat bahwa mayoritas karyawan menilai kebijakan balas jasa berpengaruh terhadap motivasi kerja mereka. Selain kebijakan balas jasa, motivasi kerja karyawan juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang bersifat ekstrinsik maupun intrinsik.
Faktor ekstrinsik (Hygiene factors) meliputi gaji, tunjangan, kenaikan gaji berkala, tunjangan perangsang kerja, hubungan dengan pimpinan dan teman-teman sejawat, kebiasaan sehari-hari dalam bekerja, sarana/kondisi fisik, dan penilaian prestasi oleh atasan.
Faktor intrinsik (motivation factors) meliputi pekerjaan/jabatan, kepuasan kerja, pengembangan diri, keinginan untuk memacu prestasi, tanggungjawab terhadap pekerjaan, peningkatan prestasi, pengakuan prestasi, dan penghargaan oleh pimpinan. ...
