| dc.description.abstract | Penelitian untuk mengetahui tingkat kepadatan kandang ayam Arab dilakukan dengan menggunakan 54 ekor anak ayam Arab. Penelitian ini terdiri dari tiga perlakuan dan tiga ulangan. Tingkat kepadatan kandang yang digunakan pada penelitian ini adalah lima ekor/0,5 m², enam ekor/0,5 m² dan tujuh ekor/0,5 m². Peubah yang diamati adalah pertambahan bobot badan, konsumsi pakan, konversi pakan dan mortalitas. Penelitian ini telah dilaksanakan di peternakan milik Bapak Ade Djuhara, di Desa Banjar Waru Ciawi, Bogor, dari bulan April sampai Juni 2002. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan. Penelitian ini dilaksanakan selama delapan minggu, Hasil yang diperoleh bahwa kepadatan kandang lima, enam dan tujuh ekor/0,5 m² tidak nyata mempengaruhi bobot badan, konsumsi pakan, konversi pakan selama penelitian.
Data yang diperoleh dari hasil sidik ragam untuk bobot badan, konsumsi pakan dan konversi pakan umur satu hari sampai delapan minggu dengan kepadatan lima, enam dan tujuh ekor/0,5 m² berturut-turut adalah 571,83 g/ekor; 520,06 g/ekor dan 559,86 g/ekor, konsumsi pakan 2.179,73 g/ekor, 2239 g/ekor dan 2.069,47 g/ekor serta konversi pakan 3,80; 4,49 dan 3,71. Mortalitas terjadi pada kandang dengan kepadatan lima ekor/0,5 m² yaitu satu ekor karena Cronic Respiratory Disease (CRD) dan pada kepadatan enam ekor/0,5 m² sebanyak satu ekor karena ayam terkena penyakit Pullorum. Hasil analisis ekonomi pada penelitian didapat bahwa kepadatan kandang tujuh ekor/0,5 m² memberikan keuntungan lebih banyak. | id |