Show simple item record

dc.contributor.advisorSudono, Adi
dc.contributor.advisorLumintang, Richard W. E.
dc.contributor.authorUmelia, Syaiful
dc.date.accessioned2024-03-18T02:07:59Z
dc.date.available2024-03-18T02:07:59Z
dc.date.issued1989
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/142032
dc.description.abstractHo Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung, sejak tanggal 8 Agustus 1988 sampai dengan tanggal 4 September 1988. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana teknik beternak sapi perah telah dikuasai peternakan sapi perah rakyat di Pangalengan dan untuk mengetahui hubungan teknik beternak sapi perah terhadap produksi susu. Penarikan sampel dilakukan secara acak dengan menggunakan teknik pengambilkan sampel berkelompok dan bertahap (Multistage Cluster Sampling). Jumlah sampel yang diambil sebanyak 60 peternak pada empat komisaris daerah penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan, wawancara dan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada beberapa aspek faktor-faktor penentu (impact point) beternak sapi perah masih kurang dikuasai, yaitu terutama aspek pengelolaan dan kesehatan ternak. Aspek pemuliaan dan reproduksi ternak khususnya kurang dikuasai oleh peternak sapi perah daerah Warna Sari, sedangkan untuk daerah lainnya sudah cukup baik. Secara keseluruhan untuk keempat daerah penelitian, rataan pemilikan adalah 3.72 + 2.16 satuan ternak, persentase sapi laktasi 72.36 persen, jumlah sapi-sapi pengganti (replacement stock) sebesar 17.07 persen, dan rataan produksi susu harian sebesar 13.99 liter per ekor per hari. Adapun jumlah konsumsi bahan kering. TDN, dan protein kasar telah mencukupi kebutuhan. Model fungsi regresi berganda secara keseluruhan untuk keempat daerah penelitian a sapi-sapi perah pada keempat daerah penelitian sudah melampaui puncak masa laktasi adalah: Y= 9.894 0.065 X1 + 0.778 X2 + 0.001 X3 0.280 X4 0.178 X5 R = 0.50 Dalam hal ini Y produksi susu peternakan perekor Der hari (liter), X, makanan hijauan (kg BK) per ekor per mari, X3, = nilai faktor-faktor penentu (impact point), X4 bulan laktasi, dan X5 jumlah kali beranak. Pemberian Konsentrat menunjukkan pengaruh yang sangat nyata terhadap produksi susu. Bulan laktasi menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap produksi susu, hal ini karena bulan laktasi sapi-sapi perah pada keempat daerah penelitian sudah melampaui puncak masa laktasi…id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcTingkat penerapan teknik beternak sapi perah pada peternakan sapi perah rakyat di pangalengan, Kabupaten Bandungid
dc.titleTingkat penerapan teknik beternak sapi perah pada peternakan sapi perah rakyat di pangalengan, Kabupaten Bandungid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record