| dc.description.abstract | Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pangan, Jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, selama satu hari. Fase pemeliharaan ayam dilakukan di kandang belakang Fakultas Peternakan, Institut Pertanian Bogor, selama enam minggu (29 Mei-9 Juli 1992).
Selama pemeliharaan, ayam broiler diberi lima perla- kuan ransum dengan empat ulangan. Perlakuan ransumnya adalah, R1 (10,0% tepung limbah penetasan, 0,0% tepung ikan), R2 (7,5% tepung limbah penetasan, 2,5% tepung ikan), R3 (5,0% tepung limbah penetasan, 5,0% tepung ikan), R4 (2,5% tepung limbah penetasan, 7,5% tepung ikan) dan R5 (0,0% tepung li limbah penetasan, 10,0% tepung ikan).
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui respon penerimaan konsumen terhadap daging ayam broiler setelah pemberian tepung limbah penetasan dalam sebagai substitusi tepung ikan. ransum
Peubah yang diamati dalam penelitian ini adalah warna, aroma, keempukan dan rasa daging ayam broiler yang dengan uji organoleptik. Uji organoleptik dilakukan dengan menggunakan panelis atau penilai yang terdiri dari mahasiswa jurusan Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga (GMSK), Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, berjumlah 35 orang. Penilaian dilakukan berdasar skala kesukaan (Hedonic Scale) menurut Larmond (1977).
Data yang diperoleh dari ke-35 panelis dianalisis dengan menggunakan uji Friedman dan uji perbandingan berganda Friedman.
Hasil rataan nilai berdasar skala kesukaan memper- lihatkan bahwa respon panelis terhadap warna, aroma, keempukan dan rasa daging ayam broiler adalah biasa tidak, tidak sukapun tidak). (suka
Dari total penilaian panelis menunjukkan,
bahwa
66-83% panelis menyatakan suka terhadap warna, 80-91% menyatakan suka terhadap aroma, respon yang menyatakan suka terhadap keempukan terdapat 66-84% dan 74-86% panelis menyatakan suka terhadap rasa daging ayam broiler. Hasil analisis dengan uji Friedman menunjukkan bahwa penambahan tepung limbah penetasan dalam ransum sebesar 2,50, 5,00, 7,50, 10,00 maupun 0,00%, berpengaruh nyata ..dst | id |