Show simple item record

dc.contributor.advisorMansjoer, Sri Supraptini
dc.contributor.advisorSumantri, Cece
dc.contributor.authorSatrianggono, Andi
dc.date.accessioned2024-03-06T02:02:41Z
dc.date.available2024-03-06T02:02:41Z
dc.date.issued1992
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/141025
dc.description.abstractDalam rangka meningkatkan hasil guna ternak baik berupa daging, telur dan susu diperlukan adanya sistem manejemen, makanan, kontrol terhadap penyakit, perbaikan genetik dan pemuliaan. Salah satu contoh yang tengah dikembangkan dalam bidang pemuliaan adalah manipulasi embrio, dimana teknik ini mampu dikem- bangkan lagi dengan adanya teknik superovulasi. Penelitian ini bertujuan untuk menjajagi kemungkinan warna bulu mencit sebagai penciri galur untuk produksi embrio dan untuk menentukan dosis efektif kombinasi hormon PMSG dan HCG untuk superovulasi terhadap produksi embrio mencit. Penelitian ini dapat digunakan sebagai informasi dasar untuk penelitian lain yang berhubungan, terutama teknik manipulasi embrio pada ternak komersial. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pemuliaan dan Genetika Ternak Fakultas Peternakan IPB selama 1,5 bulan mulai bulan Juli sampai dengan Agustus 1992. Pengambilan data diperoleh dengan pengumpulan embrio satu sel dari 60 ekor mencit betina yang telah kawin yang terdiri dari 20 ekor berwarna putih, 20 ekor kelabu dan 20 ekor hitam dengan perlakuan pemberian kombinasi dosis hormon PMSG 0 IU, HCG 2,5 IU (KH 1); PMSG 2,5 IU HCG, 2,5 IU (KH 2); PMSG 5,0 IU, HCG 2,5 IU (KH 3) dan kontrol (KH 0). Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial dilanjutkan dengan Uji Wila- yah-Berganda Duncan. Dari hasil penelitian didapat bahwa tidak ada interaksi antara warna bulu induk dengan injeksi hormon PMSG dan HCG terhadap produksi embrio mencit. Perbedaan warna bulu induk mencit juga berpengaruh tidak nyata terhadap produksi embrio. Pemberian hormon gonadotrofin (PMSG dan HCG) berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi embrio mencit dengan dosis paling efektif 2,5 IU PMSG; 2,5 IU HCG.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcPengaruh galur serta hormon PMSG (Pregnant Mare Serum Gonadtrofin) dan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotrofin) terhadap produksi embrio mencit (Mus musculus)id
dc.titlePengaruh galur serta hormon PMSG (Pregnant Mare Serum Gonadtrofin) dan hormon HCG (Human Chorionic Gonadotrofin) terhadap produksi embrio mencit (Mus musculus)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record