View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh waktu inkubasi dan jumlah isolat fungi pelapuk putih terhadap kandungan komponen kimia campuran limbah kayu pembalakan

      Thumbnail
      View/Open
      Fulltext (3.687Mb)
      Date
      1997
      Author
      Siahaan, Otto
      Sailah, Illah
      Pasaribu, Ridwan A.
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Proses mekanis dan kimia mekanis adalah salah satu teknologi untuk menghasilkan pulp kertas dengan rendemen yang tinggi, tetapi pulp yang diperoleh masih mengandung lignin yang tinggi dan mengkonsumsi energi yang cukup besar. Salah satu cara yang dapat mengatasi masalah tersebut adalah dengan cara terlebih dahulu mendelignifikasi bahan baku dengan Fungi Pelapuk Putih (FPP) sebelum diolah menjadi pulp dengan proses mekanis dan kimia mekanis. Perlakuan pendahuluan ini diharapkan dapat merombak struktur lignin, sehingga pada saat diolah menjadi pulp, lignin lebih banyak atau mudah terlarut dan energi yang dibutuhkan untuk memisahkan serat dengan perlakuan mekanis dam kimia mekanis menjadi rendah. Untuk memecahkan masalah di atas dilakukan penelitian pengaruh waktu inkubasi dan jumlah isolat terhadap kandungan komponen kimia campuran limbah kayu pemabalakan. Penelitian ini bertujuan untuk memilih satu jenis isolat FPP dari 4 jenis fungi yang terdiri dari 2 jenis fungi acuan yaitu Pleurocybella sp dan P.chrysosporium dan 2 jenis fungi hasil isolasi yaitu isolat Acasia dan isolat Mahang. Fungi terpilih tersebut dapat mendelignifikasi lignin dan zat ekstraktif yang dikandung campuran limbah kayu pembalakan sebanyak mungkin dan mendegradasi selulosa sekecil mungkin pada waktu inkubasi dan penambahan jumlah isolat FPP yang optimal. Manfaat lain yang diperoleh dengan proses biodelignifikasi antara lain mengurangi pencemaran lingkungan, serat lebih mudah dipisahkan karena lignin yang dilarutkan lebih banyak dan kekuatan pulp yang diperoleh lebih baik karena degradasi selulosa yang relatif rendah. Pulp yang mengandung kadar lignin rendah diharapkan dapat menghasilkan kertas yang bermutu tinggi. ...
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/140428
      Collections
      • UT - Agroindustrial Technology [4355]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository