Studi Banding Metode Elektroforesis Protein Darah Ayam Kampung dan Puyuh
View/ Open
Date
1988Author
Indarwati
Mansjoer, Sri Supraptini
Adiyuwana, Otje Henrda
Metadata
Show full item recordAbstract
Penelitian ini dilakukan di dua tempat yaitu labora- torium Pemuliaan dan Genetika Ternak, Fakultas Peternakan dan laboratorium Terpadu Kimia Analisa, Institut Pertani- an Bogor, selama dua bulan yaitu dimulai bulan Maret 1988 sampai dengan bulan April 1988.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari teknik-teknik pengenalan karakteristik protein darah pada ayam kampung dan puyuh. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan metode dasar untuk menunjang program pe- muliaan dalam rangka identifikasi ternak melalui karakte- ristik polimorfisme protein darahnya.
Karakteristik protein darah dapat dipelajari dengan cara elektroforesis. Ada beberapa macam teknik atau me- tode elektroforesis dan pada penelitian ini menggunakan gel akrilamida sebagai media pemisah protein dengan tek- nik elektroforesis tabung dan lembar. Teknik pewarnaan gel yang digunakan adalah Amido Black 10B dan Coomassie Blue. Protein yang dianalisis diambil dari contoh darah, yaitu plasma darah ayam kampung dan puyuh.
Tiap-tiap teknik atau metode akan mengekspresikan pola protein yang berbeda. Metode elektroforesis lembar memperlihatkan hasil yang lebih seragam dibandingkan de- ngan elektroforesis tabung, baik jarak maupun jumlah pita proteinnya.
Jika dibandingkan pola protein plasma darah ayam dan puyuh, dengan menggunakan teknik elektroforesis dan pewar- na yang sama maka didapatkan hasil bahwa pola protein da- rah ayam kampung lebih beragam dari pada puyuh. Jumlah pita protein dengan elektroforesis tabung dan pewarna Ami- do Black 10B 0.6%, untuk ayam kampung jantan sejumlah 3- 16 pita, betina 3 13 pita dan puyuh 4 - 12 pita. Pada teknik yang sama pewarna Coomassie Blue 0.15% maka ayam kampung jantan mempunyai 6 - 12 pita, puyuh 9 13 pita. Tetapi ayam kampung betina pada teknik ini mempunyai jum- lah pita protein 8 - 10 pita…
