| dc.description.abstract | Bakteri Fotosintetik Anoksigenik (BFA) diketahui dapat dimanfaatkan bikontrol dan bioremediasi pada perairan tambak. BFA dapat menurunkan kandungan zat beracun seperti H2S, NH, dil melalui proses fotosintesis dan menghambat laju pertumbuhan bakteri penyebab penyakit udang. Disamping itu BFA juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ikan/udang karena kandungan nutrisinya yang tinggi.
Fotobioreaktor merupakan bioreaktor untuk kultivasi BFA dengan penekanan hubungan antara intensitas cahaya dan laju pertumbuhan kulturnya. Kultivasi BFA didalam fotobioreaktor diharapkan dapat meningkatkan kemurnian kultur, kualitas nutrisi dan viabilitas BFA menjadi lebih baik,
Penelitian ini bertujuan untuk merancang secara skematik dan fisik fotobioreaktor skala laboratorium untuk kultivasi BFA dan mengkaji kinerjanya berdasarkan kinetika pertumbuhan. BFA tersebut akan digunakan sebagai bahan pakan dan biokondisioner pada perairan budidaya. BFA galur MW4 dan Rhodobacter sphaeroides 2.4.1 digunakan sebagai kultur pada penelitian ini
Penelitian dibagi menjadi 2 tahap yaitu penelitian pendahuluan dan penelitian lanjutan. Pada penelitian pendahuluan dilakukan optimasi sumber pencahayaan dengan 5 kondisi pencahayaan yaitu infra merah, flourescent, tungsten 40 watt dan 250 watt dan kondisi gelap. Kultivasi dilakukan pada media RCV dengan suhu 37°C menggunakan shaker water bath (150 rpm). Pada penelitian lanjutan dilakukan perakitan fotobioreaktor dan uji coba kultivasi menggunakan fotobioreaktor pada kondisi kultivasi yang sama dengan penelitian pendahuluan
Hasil pengamatan pada penelitian pendahuluan memberikan biomassa tertinggi sebesar 1.866 g/L, hasil ini diperoleh pada kultivasi dengan sumber pencahayaan infra merah pada intensitas 13.900 lux. Laju pertumbuhan spesifik (mk) sebesar 0.081 jam. Selama kultivasi terjadi peningkatan nilai pH dan kandungan karoten tertinggi sebesar 1.83 mg/g biomassa MW4 yang diperoleh pada kultivasi dengan sumber cahaya lampu tungsten 40 watt.
Hasil penelitian lanjutan menunjukkan biomassa yang diperoleh lebih besar yaitu 3.23 g/L untuk galur MW4 dan 3.19 g/L untuk galur Rhodobacter sphaeroides 2.4.1. Laju pertumbuah spesifik sebesar 0.0238 jam untuk MW4 dan 0.0486 jam untuk Rhodobacter sphaeroides 2.4.1. Nilai pH media cenderung meningkat.sedangkan kandungan karoten menurun dengan bertambahnya intensitas cahaya. Pada uji coba kultivasi dengan fotobioreaktor kandungan karoten tertinggi sebesar 0.282 mg/g biomassa untuk MW4 dan 0.3 mg/g biomassa untuk Rhodobacter sphaeroides 2.4.1. Koefisien distribusi cahaya (Kiv) fotobioreaktor pada kultivasi galur MW4 sebesar 3.229 kg/m² dan 3.192 kg/m² untuk Rhodobacter sphaeroides 2.4.1. | id |