Perbaikan proses pembuatan karamel susu dengan penambahan natrium bikarbonat (NaHCO3)
View/ Open
Date
1997Author
Paskawaty, Debbie
Celly H.Sl
Syamsu, Khaswar
Metadata
Show full item recordAbstract
Produksi susu di Indonesia semakin berkembang pesat (350 ribu ton susu pada tahun 1992 dengan rataan peningkatan 4,8 persen per tahun selama PELITA V), namun belum mencukupi kebutuhan konsumsi masyarakat Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan akan susu atau produk olahan susu, pada tahun 1992 Indonesia masih mengimport 700 ribu ton susu atau senilai US $ 357 juta. Dipihak lain ternyata pemasaran susu segar produksi nasional belum lancar, yang terlihat dari masih adanya susu yang tidak terjual habis (sekitar 0.6% per bulan). Hal ini disebabkan antara lain oleh kualitas susu yang belum memenuhi standar IPS (Industri Pengolahan Susu) sebagai pengguna susu segar yang paling besar. Kecenderungan masyarakat yang lebih suka mengkonsumsi produk olahan susu dibandingkan susu segar tidak mendukung pemasaran susu segar
Berdasarkan kondisi tersebut maka pengembangan produk olahan susu perlu dilakukan agar produksi susu dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh masyarakat. selain untuk meningkatkan gizi masyarakat dan membuka lapangan kerja baru
Salah satu bentuk produk olahan susu yang mempunyai potensi untuk dikembangkan adalah karamel susu. Karamel susu merupakan produk olahan susu sapi. menyerupai permen atau kembang gula. Secara tidak langsung karamel susu menjadi makanan jajanan yang dapat meningkatkan nilai gızi masyarakat karena kandungan proteinnya yang tinggi
