View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Kajian awal kemampuan kapang Phanaerochaete chrysosporium untuk mendegradasi limbah cair yang mengandung melanoidin secara aerobik

      Thumbnail
      View/Open
      full text (21.96Mb)
      Date
      1998
      Author
      Yusliana, Iin
      Romli, Muhammad
      Muslich
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Molases sebagai hasil samping proses pembuatan gula kristal mempunyai potensi yang besar sebagai media fermentasi. Industri yang memanfaatkan molases saat ini masih menghasilkan limbah cair yang sulit didegradasi secara aerobik konvensional. Hal ini diperkirakan karena adanya kompleks melanoidin yang terbentuk dari reaksi. non enzimatik Maillard antara gula dan asam amino. Penanganan secara anaerobik dengan menggunakan Fluidized Bed Reactor hanya mampu mereduksi nilai COD hingga 2 000 mg/l (85% COD removal) dan efluen yang masih berwarna coklat Penanganan secara biologis aerobik dengan menggunakan kapang Phanaerochaete chrysosporium merupakan salah satu cara yang diharapkan mampu mendegradasi limbah cair yang mengandung melanoidin Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan tiga model limbah yang berbeda untuk sistem batch, yaitu molases segar, efluen reaktor anaerobik (Fluidized Bed Reactor) dan campuran molases dengan efluen reaktor anaerobik (75 25) Hasil Pengamatan yang dilakukan menunjukkan tingkat dekolorisasi yang terjadi adalah sebesar 47% untuk efluen reaktor anaerobik (Fluidized Bed Reactor) Nilai ini lebih besar jika dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pada molases segar (44%) dan campuran (42%). COD efluen yang diperoleh pada kondisi optimal adalah sebesar 720 mg/l (80% COD removal) untuk moleses segar, 940 mg/1 (70% COD removal) pada efluen reaktor anaerobik dan 520 mg/l (85% COD removal) untuk campuran Pada penelitian dengan sistem kontinyu digunakan efluen yang berasal dari reaktor anaerobik (Fluidized Bed Reactor), yang diambil pada saat reaktor berada pada kondisi steady. Hasil pengamatan terhadap dekolorisasi adalah sebesar 40% untuk HRT 24 jam dan 44% untuk HRT 18 jam. COD efluen rata-rata yang diperoleh pada saat steady untuk HRT 24 jam adalah 970 mg COD/L hari (77% COD removal) dan 1 580 mg COD/A hari (54% COD removal) pada saat HRT 18 Jam
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139577
      Collections
      • UT - Agroindustrial Technology [4355]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository