Simulasi model pengendalian persediaan bahaan baku untuk coating produk pangan di PT.Seelindo Sejahteratama
Abstract
PT Seelindo Sejahteratama merupakan industri pengolahan pangan multi produk, yang terdiri dari bahan pembuat roti, bahan pengembang, coating (lapisan untuk roti, donut, dan kue), penghias roti, bahan ice cream, dan lain-lain.
Mengantisipasi persaingan dalam dunia industri, perusahaan berusaha meningkatkan produktifitas dan efisiensi untuk menjaga keberlangsungan pemenuhan permintaan konsumen. Permintaan konsumen yang tidak dapat dipenuhi akan menimbulkan kekecewaan dan rasa kurang percaya yang akhirnya merugikan perusahaan. Kerugian ini merupakan kerugian yang ditimbulkan akibat kekurangan persediaan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari dan mengembangkan model simulasi pengendalian persediaan bahan baku untuk produk coating pada tingkat yang optimal. Dalam hubungannya dengan model ini dicari kombinasi (R,Q) yang optimal pada titik dimana total biaya pengendalian persediaan minimum.
Model simulasi pengendalian persediaan bahan baku untuk produk coating ini disusun berdasarkan pendekatan sistem. Peubah acak permintaan dibangkitkan sesuai dengan pola sebaran data permintaan, yaitu mengikuti sebaran empiris.
Model pengendalian persediaan bahan baku untuk produk coating yang
digunakan di PT Seelindo Sejahteratama adalah model kebijaksanaan lot (R,Q),
yaitu pemesanan dilakukan pada saat tingkat persediaan mencapai R dan
pemesanan dilakukan sebanyak Q unit. Hasil klasifikasi ABC terhadap semua bahan baku untuk produk coating, didapatkan bahwa bahan baku kode 6, 11, dan 15 merupakan bahan baku yang memiliki nilai investasi dan tingkat kepentingan yang tinggi.
Hasil validasi model simulasi pengendalian persediaan bahan baku untuk produk coating (kode-6, 11, dan 15) dilakukan dengan uji suai x² pada tingkat kepercayaan 95 persen, menunjukkan bahwa model yang disusun adalah valid.
Analisa output simulasi dilakukan dengan mencari kombinasi (R,Q) yang paling baik pada model dari beberapa alternatif yang ada. Berdasarkan hasil simulasi pada jumlah (n=75 hari) di peroleh total biaya pengendalian persediaan bahan baku kode-6 minimum sebesar Rp 5.566,- yaitu pada R sebesar 627 kg dan Q sebesar 690 kg. Untuk bahan baku kode 11 total biaya pengendalian persediaan minimum sebesar Rp 2.651,- pada R sebesar 129 kg dan Q sebesar 338 kg. Sedangkan untuk bahan baku kode 15 total biaya pengendalian persediaan minimum sebesar Rp 1.258,- pada R sebesar 110 kg dan Q sebesar 219 kg.
