| dc.description.abstract | Penggunaan bahan kimia sintesis berhalogen di industri dan pertanian berperan penting dalam penyebaran pencemaran kronis pada lingkungan. Epikhlorohidrin (ECH) adalah salah satu jenis bahan kimia yang banyak digunakan sebagai bahan baku insektisida, pelapis, resin ion exchange, pelarut, epoksi resin yaitu pada industri yang berbasis karet (digunakan pada pipa air, ban, selubung kabel dan lain-lain) serta di bidang farmasi (vitamin, adrenergic B-blocker). ECH termasuk ke dalam daftar senyawa berbahaya dan beracun berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian No. 148/M/SK/4/1985.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari kinetika pertumbuhan dan perombakan oleh mikroba strain G3. Untuk itu dilakukan kultivasi pada dua jenis substrat yang berbeda ketoksikannya yaitu gliserol (GLY) dan ECH, pengaruh konsentrasi ECH pada laju dekhlorinasi serta pengaruh tingkat konsentrasi kultur terhadap laju dekhlorinasi ECH.
Penyiapan kultur dilakukan dengan menumbuhkan strain G3 dalam medium cair dengan substrat 3-khloro-1,2-propanediol (CPD) 1.0 g/l. Kultivasi dilakukan dengan shaker (120 rpm) pada suhu ruang (28°C-30°C). Hasil kultivasi diperoleh laju pertumbuhan spesifik (µ) sebesar 0.0954 jam. Inokulum juga disiapkan dari medium padat TSB (Trypticase Soy Broth) yaitu untuk membandingkan antara mikroba yang telah beradaptasi dengan senyawa CPD dan mikroba yang belum teradaptasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyiapan inokulum menggunakan medium padat TSB menghasilkan nilai laju pertumbuhan spesifik (µ = 0.0363 jam¹) yang lebih rendah daripada inokulum yang disiapkan dengan substrat CPD (µ = 0.1395 jam¹) pada saat konsentrasi ECH 0.5 g/l. Karena itu penelitian selanjutnya digunakan inokulum yang ditumbuhkan pada medium dengan substrat CPD 1.0 g/1. | id |