View Item 
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      •   IPB Repository
      • Dissertations and Theses
      • Undergraduate Theses
      • UT - Faculty of Agricultural Technology
      • UT - Agroindustrial Technology
      • View Item
      JavaScript is disabled for your browser. Some features of this site may not work without it.

      Pengaruh varietas, derajat kemekaran dan waktu penyimpanan konvensional terhadap mutu kesegaran jenis bunga potong krisan (Chrysanthemum morifolium R.)

      Thumbnail
      View/Open
      Fullteks (19.64Mb)
      Date
      2000
      Author
      Ardiansyah, Dedy
      Pandji, Chilwan
      Muhajir, Imam
      Metadata
      Show full item record
      Abstract
      Pertumbuhan pariwisata di Indonesia menyebabkan permintaan terhadap bunga krisan menunjukkan peningkatan. Untuk mengimbangi permintaan konsumen tersebut, negara kita mengimpor dari negara lain senilai 40,68 ribu USD (Soerojo, 1992). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakter mutu kesegaran bunga krisan selama masa peragaan pada varietas dan derajat kemekaran yang berbeda sehingga diharapkan hasil yang diperoleh dapat dimanfaatkan oleh petani, pedagang dan konsumen. Prosedur analisis penelitian ini meliputi parameter fisiologis yang terdiri dari pola respirasi dan persentase kelayuan; parameter fisik yang terdiri dari persentase kerusakan mekanis, persentase kemekaran dan analisa warna fisik, parameter kimia yaitu volume penyerapan larutan holding; parameter mikrobilogis yaitu total koloni bakteri, serta parameter organoleptik yang terdiri dari warna, penampakan dan kegemaran. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu rancangan acak lengkap (RAL) faktorial dengan tiga faktor dan dua kali ulangan dilanjutkan dengan uji lanjut Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Faktor-faktor tersebut adalah (1) Jenis Bunga Bunga Krisan Putih dan Bunga Krisan Kuning (2) Derajat Kemekaran 25, 50 dan 75 persen mekar (3) Waktu Penyimpanan: 0, 1, 2 dan 3 hari. Pola respirasi berhubungan dengan metabolisme dalam tubuh bunga. Laju respirasi yang optimal menyebabkan metabolisme yang berlangsung optimal sehingga kesegaran bunga juga optimal. Dari grafik laju respirasi O₂ diperoleh bahwa puncak laju respirasi terjadi pada hari ke-3 dan hari ke-9. Parameter mikrobiologis memberikan kombinasi perlakuan yang signifikan. Kombinasi perlakuan terbaik menurut parameter mikrobiologis adalah kombinasi perlakuan jenis bunga krisan aster berwarna kuning. dipetik pada derajat kemekaran 25% mekar dan disimpan dalam ventilation and evaporation cooling room selama satu hari (A2B1C2) dengan total koloni bakteri terkecil yaitu 4,50 X 10 koloni/ml. Berdasarkan grafik persentase kelayuan diperoleh bahwa perlakuan jenis bunga krisan aster berwarna kuning, dipetik pada derajat kemekaran 25% rekar dan disimpan dalam ventilation and evaporation cooling room selama satu hari (A2B1C2) merupakan kombinasi perlakuan terbaik dengan kecenderungan persen layu yang rendah. Persentase kelayuan pada hari ke-9 menunjukkan perlakuan yang signifikan dimana perlakuan B1 menunjukkan persen layu yang terkecil yaitu 30,46 persen. Parameter organoleptik terhadap warna mendukung parameter mikrobiologis yaitu kombinasi perlakuan yang menunjukkan signifikan dengan kombinasi perlakuan A2C2 yang terbaik dengan nilai terbesar yaitu 4,00. Berdasarkan parameter fisik persentase kemekaran terlihat bahwa perlakuan C2 merupakan perlakuan terbaik dengan nilai terkecil yaitu 72,33 persen. Berdasarkan grafik hasil pengamatan parameter organoleptik kegemaran terlihat bahwa perlakuan jenis bunga krisan aster berwarna kuning, dipetik pada derajat kemekaran 25% mekar dan disimpan dalam ventilation and evaporation cooling room selama satu hari (A2B1C2) merupakan kombinasi perlakuan terbaik dengan kecenderungan nilai terbesar. Jadi dari hasil rekapitulasi perlakuan terbaik dapat disimpulkan bahwa perlakuan jenis bunga krisan aster berwarna kuning, dipetik pada derajat kemekaran 25% mekar dan disimpan dalam ventilation and evaporation cooling room selama satu hari (A2B1C2) merupakan kombinasi perlakuan terbaik dalam penelitian ini karena memberikan rangking pertama berdasarkan parameter total koloni bakteri, parameter kelainan fisiologi kelayuan dan parameter organoleptik kegemaran.
      URI
      http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/139023
      Collections
      • UT - Agroindustrial Technology [4355]

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository
        

       

      Browse

      All of IPB RepositoryCollectionsBy Issue DateAuthorsTitlesSubjectsThis CollectionBy Issue DateAuthorsTitlesSubjects

      My Account

      Login

      Application

      google store

      Copyright © 2020 Library of IPB University
      All rights reserved
      Contact Us | Send Feedback
      Indonesia DSpace Group 
      IPB University Scientific Repository
      UIN Syarif Hidayatullah Institutional Repository
      Universitas Jember Digital Repository