Show simple item record

dc.contributor.advisorMachfud
dc.contributor.authorLiliyanti, Diah
dc.date.accessioned2024-02-19T07:33:46Z
dc.date.available2024-02-19T07:33:46Z
dc.date.issued2000
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138999
dc.description.abstractKemajuan dan perkembangan teknologi mendorong semakin tingginya tingkat persaingan antar industri dalam memenuhi permintaan konsumen. Salah satu upaya dalam memenuhi permintaan ini adalah dengan cara produk harus tetap ada di pasaran, yang berarti proses produksi harus lancar. Hal ini dilakukan dengan penyediaan bahan baku yang baik dengan total biaya yang minimum PT. Indolakto sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan. susu yang sedang berkembang, memerlukan pengendalian persediaan untuk menjamin lancarnya proses produksi. Skim Milk Powder merupakan salah satu bahan dengan tingkat pemakaian sangat tinggi, karena digunakan pada semua produk PT. Indolakto. Ketersediaan SMP memerlukan pengendalian yang tepat agar tidak merugikan perusahaan. Kelebihan persediaan mengakibatkan penumpukan bahan dan adanya resiko kerusakan, sedangkan kekurangan akan menghambat ataupun menghentikan proses produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sistem pengendalian persediaan SMP dan menyusun suatu kebijakan pengendalian persediaan optimal yang dapat digunakan oleh perusahaan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan berencana. Model pengendalian persediaan yang dijalankan di perusahaan adalah model persediaan periodik. Hal ini berdasarkan pada sistem pemesanan yang dilakukan perusahaan adalah secara periodik yaitu tiap 2 bulan. Batas persediaan maksimum (R) di gudang yang ditetapkan adalah 850000 kilogram, sesuai dengan kebijakan perusahaan. Data mengenai kondisi persediaan bahan yang digunakan adalah data permintaan SMP selama 1 tahun. Tingkat permintaan bervariasi mengikuti sebaran tertentu. Setelah diuji dengan uji Kolmogorov-Smirnov, data berdistribusi normal. Model pengendalian persediaan periodik yang diusulkan ini terdiri dari tiga sub model, dimana keluaran dari sub model yang satu merupakan masukan bagi sub model yang lain. Sub model olah akan menghitung rata-rata permintaan, standar deviasi permintaan dan rata-rata permintaan selama waktu tunggu. Sub model bijak akan menghitung komponen yang dipengaruhi oleh batas persediaan maksimum dan interval pemesanan. Total biaya persediaan paling minimum dipilih sebagai parameter utama. Hasil dari model yang diusulkan adalah kombinasi waktu pemesanan (T) dan batas persediaan maksimum (R) dengan total biaya persediaan paling minimum. Kombinasi optimal didapat dengan mencoba sejumlah alternatif T pada R tetap. Kombinasi ini ditentukan dengan mengubah-ubah T pada R tetap dan kemudian menghitung total biaya dari tiap alternatif T. Total biaya paling minimum dihasilkan pada waktu pemesanan (T) 39 hari yaitu Rp 708.503.512 dimana pada kondisi ini tidak terjadi kekurangan bahan baku. Analisis sensitivitas dilakukan untuk menguji kepekaan model yang disusun terhadap perubahan berbagai nilai inputnya. Analisis ini dilakukan terhadap tingkat permintaan, biaya penyimpanan, harga bahan SMP dan waktu tunggu yang dinaikkan dan diturunkan 10 %. Model yang diusulkan sensitif terhadap perubahan tingkat permintaan dengan berubahnya interval waktu pemesanan. Perubahan biaya penyimpanan dan harga bahan SMP tidak mempengaruhi interval waktu pemesanan. Hasil analisis sensitivitas terhadap semua perubahan mempengaruhi besar-kecilnya total biaya pengendalian persediaan. Berdasarkan analisis sensitivitas, maka model yang disusun layak untuk diterapkan di perusahaan karena penurunan atau kenaikan input menentukan total biaya persediaan di perusahaan.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titleKajian kebijakan sistem pengendalian persediaan bahan baku di PT Indolakto, Sukabumiid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record