| dc.description.abstract | Luas tanaman karet (Hevea brasiliensis. Muell. Arg.) di Indonesia mencapai 3.14 juta hektar dan menyediakan bahan baku karet sebesar 1.8-2.7 juta m³ per tahun (BPS, 1998). Pohon karet yang telah mencapai umur 20-30 tahun tidak ekonomis lagi untuk disadap dan harus diremajakan. Umumnya kayu karet ini sulit untuk digunakan karena mudah pecah dan rentan terhadap serangan serangga dan jamur. Kayu karet baru dapat digunakan untuk keperluan mebel dan bahan bangunan apabila telah diawetkan dengan bahan pengawet
Penelitian ini bertujuan untuk (1) memanfaatkan limbah kayu karet menjadi
bahan baku pembuatan papan partikel, (2) mempelajari pengaruh penambahan bahan
pengawet alfametrin ke dalam perekat fenol formaldehida dan (3) memperoleh ukuran
partikel kayu karet yang paling baik terhadap sifat fisis dan mekanis papan partikel.
Penelitian ini menggunakan rancangan percobaan faktorial acak sempurna dengan 2
faktor pengamatan dan 3 kali ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi pengawet yang
terdiri atas 5 taraf yaitu 0%, 0.25%, 0.50%, 0.75%, dan 1.0% dari berat cairan
perekat. Faktor kedua adalah ukuran partikel yang terdiri atas 2 taraf yaitu halus (2-9
mm) dan kasar (lebih besar dari 9 mm). Parameter mutu papan partikel yang diamati
adalah sifat fisis yaitu kerapatan, kadar air, penyerapan air, pengembangan tebal dan
sifat mekanis yaitu modulus patah, modulus elastisitas, keteguhan rekat internal dan
keteguhan cabut sekrup. Papan partikel yang terbaik adalah yang mempunyai sifat
mekanis yang baik berupa besarnya kekuatan untuk menahan beban dari luar dan
kemampuan mempertahankan stabilitas dimensinya. ... | id |