| dc.description.abstract | Carbon black telah lama menjadi bahan pengisi utama yang banyak dipakai dalam bahan campuran karet. Sebagian besar produk barang jadi karet adalah campuran karet dengan carbon black sebagai bahan pengisi penguat. Penguatan oleh carbon black banyak ditentukan oleh ukuran permukaan, besarnya butir partikel dan tingkat dispersi carbon black di dalam bahan campuran yang diisinya.
Penelitian ini dilakukan dengan membuat enam buah campuran karet dengan porsi penambahan carbon black yang berbeda-beda. Enam buah campuran karet ini diberi kode I sampai dengan VI. Campuran I yaitu paduan karet dengan porsi carbon black yang ditambahkan pada karet alam sebanyak 30% dan pada EPDM sebanyak 70%, dan seterusnya porsi carbon black pada karet alam dan EPDM untuk campuran karet II, III, IV dan V masing-masing 40% dan 60%, 50% dan 50%, 60% dan 40% serta 70% dan 30%. Untuk campuran karet VI sebagai campuran karet pembanding, carbon black yang ditambahkan tidak dibedakan dalam porsi yang terpisah dalam karet alam dan EPDM.
Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah viskositas Mooney karet alam dan EPDM, tingkat dispersi carbon black pada campuran karet, sifat fisik vulkanisat yang meliputi uji kuat tarik, uji modulus 300 %, uji perpanjangan putus, uji kekerasan, ketahanan sobek, uji pampatan tetap, kepegasan pantul, ketahanan retak lentur serta ketahanan terhadap ozon. Pada penelitian ini juga diukur besarnya energi yang digunakan pada saat pencampuran karet dilakukan.
Hasil yang diperoleh pada penelitian ini yaitu viskositas Mooney karet alam dan EPDM yang sama yaitu sebesar 62.0 setelah karet alam dimastikasi selama 180 detik dan EPDM selama 30 detik. Tingkat dispersi carbon black dalam campuran karet secara umum sudah cukup baik yaitu antara 7 dan 8 dari skala nilai 1-10 yang menjadi standar pada alat Dispergrader.
Nilai sifat fisik yang didapatkan pada penelitian ini yaitu untuk kuat tarik vulkanisat untuk campuran karet I, II, III, IV, V, VI masing-masing adalah 15.8, 15.0, 13.9, 14.2, 13.4 dan 13.0 N/mm². Untuk uji modulus 300% campuran karet I, II, II, IV, V dan VI masing-masing bernilai 8.6, 8.5, 8.1, 8.7, 8.3, dan 9.8 N/mm². Untuk uji perpanjangan putus, nilai untuk setiap campuran karet I sampai VI berturut-turut adalah 460, 450, 440, 430, 420, dan 350%. Nilai kekerasan untuk masing-masing campuran karet I sampai VI adalah 62, 63, 62, 63, 63, dan 66 Shore A. Nilai ketahanan sobek
9.9, 9.5, 9.1, 9.4, 9.2, dan 9.2 N/mm².
Sifat fisik lain yang diukur pada penelitian adalah pampatan tetap. Untuk
campuran I sampai VI masing-masing nilai pampatan tetap suhu 70°C. adalah 28.30, 27.04, 29.75, 30.19, dan 27.04%. Sedangkan untuk pampatan tetap 100°C masing- masing campuran karet I, II, III, IV, V dan VI bernilai 70.0, 65.82, 67.92, 67.92, 69.62, 66.04 %. Untuk uji ketahanan retak lentur nilai masing-masing campuran karet I, II,
III, IV, V dan VI adalah 120, 120, 80, 80, 100, dan 100 kcs. Uji kepegasan pantul LUPKE yang juga dilakukan pada penelitian ini menghasilkan vulkanisat karet I, II, III, IV, V dan VI masing-masing memiliki nilai 57, 57, 56, 56, 55, dan 54%.
Dari uji ketahanan terhadap ozon yang dilakukan pada penelitian ini didapatkan hasil bahwa semua vulkanisat campuran karet memiliki ketahanan yang sama terhadap ozon baik pada pengujian dengan konsentrasi ozon 25 pphm selama 48 jam maupun dengan konsentrasi ozon 50 pphm selama 262 jam. Semua vulkanisat dapat melewati pengujian dengan baik tanpa mengalami keretakan. Kemudian energi yang dikeluarkan. pada saat pencampuran karet dilakukan untuk campuran karet I, II, III, IV, V dan VI masing-masing sebesar 0.85103, 0.871933, 0.91373, 0.85323, 0.98725 dan 0.84813 kwh. | id |