Show simple item record

dc.contributor.advisorRahayuningsih, Mulyorini
dc.contributor.advisorMangunwidjaja
dc.contributor.authorSutresnawati, Rika
dc.date.accessioned2024-02-12T03:00:36Z
dc.date.available2024-02-12T03:00:36Z
dc.date.issued1992
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138139
dc.description.abstractJumlah penduduk Indonesia dari tahun ke tahun cenderung Cipts Dilimdiin meningkat, sehingga konsumsi akan gula pun cenderung meningkat pula. Ketersediaan pemanis terutama pemanis alami saat ini sangat kurang. Dua jenis sumber pemanis alami yang telah ada saat ini yaitu gula kristal dari tebu dan gula cair (dari pati), sampai saat ini belum dapat mencukupi kekurangan akan pemanis tersebut. Pada tahun 1990 BPS melaporkan impor gula kristal dan pemanis lainnya mencapai 258 958.05 ton. Sedangkan untuk tahun 1991 pemerintah merencanakan impor gula sebesar 2 000 000 ton (Kompas, Pebruari 1991). Mengingat keterbatasan areal yang sesuai untuk tanaman tebu serta besarnya modal yang diperlukan untuk merehabilitasi dan mendirikan pabrik-pabrik gula kris- tal, maka untuk beberapa dasawarsa ke depan diperkirakan Indonesia masih akan kekurangan gula. Untuk mengatasi hal tersebut selain melakukan impor pemanis, pemerintah juga melakukan berbagai jenis usaha lain guna memenuhi kebutuhan gula dalam negri. Salah satu usaha tersebut adalah pendirian industri pengolahan gula cair.id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.subject.ddcProduksi sirup fruktosa dari inulin dahlia (Dahlia pinnata. Cav) secara curah menggunakan sel khamirid
dc.titleProduksi sirup fruktosa dari inulin dahlia (Dahlia pinnata. Cav) secara curah menggunakan sel khamirid
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record