Show simple item record

dc.contributor.advisorMarimin
dc.contributor.authorNurita, Ruri
dc.date.accessioned2024-02-12T02:51:27Z
dc.date.available2024-02-12T02:51:27Z
dc.date.issued2001
dc.identifier.urihttp://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/138128
dc.description.abstractDalam perekonomian Indonesia, CPO (Crude Palm Oil) merupakan komoditi ekspor non migas yang sangat potensial. Produksi CPO saat ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri baik dalam negeri maupun luar negeri. Saat ini Indonesia merupakan penghasil CPO terbesar kedua setelah Malaysia, dan tahun 2001 diperkirakan akan mengganti posisi Malaysia (Oil World, 1998). Selain pasar domestik cukup besar, permintaan pasar dunia juga semakin terbuka. Pangsa pasar CPO terhadap minyak nabati diperkirakan akan meningkat sekitar 22.5% pada tahun 2008-2012. Namun tata usaha niaga sawit Indonesia yang dirintis kurang lebih 80 tahun tersebut hancur dengan terungkapnya kasus pencemaran CPO asal Indonesia di luar negeri. Sebagai misal pasokan CPO yang tercemar solar. Banyak konsumen merasa dirugikan sehingga mengurangi kepercayaan konsumen terhadap industri CPO Indonesia. Kerugian yang ditimbulkan dari pencemaran tersebut tidak hanya kerugian material tetapi juga kerugian non material. Pencemaran ini harus segera ditangani dengan cepat, cermat dan terencana. Salah satu alternatif usaha penanganan masalah pencemaran tersebut dengan merancang suatu sistem perencanaan strategi penanganan pencemaran. Persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan mengembangkan perangkat lunak Emergency Planning System, yang merupakan perencanaan kritis untuk mengatur pergerakan komponen yang terlibat didalamnya. Sistem ini dirancang dengan bantuan Sistem Penunjang Keputusan. Dengan melihat fakta yang ada, faktor dan parameter kritis yang berpengaruh dan perlu diperhatikan dalam strategi penanganan pencemaran adalah kerusakan CPO, penyebaran lokasi konsumen, dan anggaran yang dimiliki perusahaan tersebut. Model Perencanaan Kritis untuk Pencemaran CPO (PALMEPS 2001) terdiri dari beberapa sub model. Pada masing-masing sub model dilakukan berbagai proses perhitungan untuk dapat menghasilkan keluaran yang diinginkan. Sistem mencakup empat model, yaitu model estimasi waktu pencemaran, model biaya sampling, model estimasi biaya kerugian dan model pemilihan keputusan penanganan pencemaran, Dari hasil perhitungan PALMEPS 2001, dapat diketahui biaya penanganan masing-masing alternatif. Metode AHP (Analitical Hierarchy Process) digunakan untuk mencari alternatif penanganan pencemaran CPO. Kriteria yang dipilih antara lain biaya penanganan hasil perhitungan program PALMEPS 2001, jarak lokasi produsen ke konsumen, jumlah CPO tercemar dan tingkat pencemaran CPO. Sedangkan alternatif yang dipilih adalah pemurnian CPO tercemar di lokasi, penarikan dan pergantian CPO tercemar, serta pemusnahan CPO tercemar. Sistem diimplementasikan dalam program menggunakan Power Designer Process Analys dan Data Architech 7, Microsoft Access 97, Microsoft Visual Basic 6 dan Sistem Operasi Windows 98. Model pemilihan altenatif menggunakan program paker AHP, yaitu Criterium Decision Plus,id
dc.language.isoidid
dc.publisherIPB Universityid
dc.titlePerencanaan kritis untuk strategi penanganan pencemaran agroindustri CPO (Crude palm oil)id
dc.typeUndergraduate Thesisid


Files in this item

Thumbnail

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record